PRINGSEWU
Minggu Mruput (pin)
10/12/2017 17:01:44
997

Pringsewu Sediakan Ajang Berburu Jajanan Tradisonal

Harianlampung.com -

Kangen ingin meraskana jajanan, panganan dan minunam tradisional? Datang saja ke Pringsewu, tepatnya di Jalan Jalur Dua menuju perkantoran Pemkab Pringsewu yang dikemas pada "Nggruput" atau Minggu Mruput.

Setiap Minggu pagi dilokasi itu mulai pukul 05.30 WIB tersedia berbagai anekan jajanan dan panganan serta minuman tradisional yang saat ini mulai langka ditemui. Atas dasar itu sekumpulan pemuda Pringsewu dengan sebutan Pringsewu Community (PC) dikomandoi Umbar Susilo mencoba mengelola dengan mengumpulkan sejumlah pedagang untuk menghidupkan kembali ‎jajanan dan panganan yang sudah langka tetapi cukup digemari masyarakat karena rasanya juga dapat mengenang  masa lalu.

Aneka jajanan dan panganan itu mulai dari berbahan baku ‎ Singkong, Ubi, Jagung, Kacang Hijau bahkan beras, ketan putih dan hitam, kelapa muda serta sayur-sayuran segar.

Namun jajanan tradisional yang paling laris terbuat dari Singkong, seperti Geblek, Tiwul, Sawut, Oyek, Gatot, Cenil, ondol-ondol,  singkong rebus dan goreng serta ‎kelanting dan kerupuk lado. Ada juga panganan dari jagung seperti jagung bakar, bubur jagung dan lainnya.

Serta jajanan yang dibuat dari beras, ketan putih dan hitam seperti bubur sumsum, candil, apem, klepon, singkolon, lepet. ketupat, lemeng. Ada juga makanan pecel bumbu, sayur urap klubanan, gudeg, soto, empek-empek."Serta minuman seperti Cincau dan cendol beras dengan gula aren. Ada juga kopi Codot dan teh tubruk,"jelas Umbar.

Menurutnya, "Nggruput" Minggu Ngruput yang ke-12 ini sudah lebih  100 orang pedagang yang menjual dagangannya baik jajanan,panganan dan minuman tradisional."Kami hanya memperbolehkan berdagang dengan bahan baku dan kemasan tradisional. Awalnya hanya sekitar 50 pedagang saja, tetapi kini meningkat lebih dari 100 pedagang,"terangnya.

Bahkan, para pembelinya saat ini bukan saja berasal dari Kabupaten Pringsewu saja, melainkan warga kabupaten tetangga yang sengaja kangen ingin mencicipi kembali jajanan dan panganan tradisional.‎ Mereka usai Shubuh langsung berburu kuliner tradisional itu,m karena takut tidak kebagian, sebab jam 08.00 semua dagangan pasti habis terjual.Umbar memaparkan, sejak adanya Nggruput itu banyak terlihat warga bukan dari Pringsewu saja, tetapi dari Bandar Lampung pun banyak yang datang. Mereka awalnya warga Prings‎ewu tetapi beraktifitas di Bandar Lampung atau kabupaten lain.

"Biasanya mereka datang secara bergerombol, bahkan menggunakan seragam kaos olahraga atau komunitas tertentu. Seperti nampak terlihat ada sejumlah komunitas yang mengenakan Kaos Pringsewu A.90, Happy Fun (HF) dan lainnya,"ucapnya.

Sebab kata Umbar, selain adanya gelaran jajanan, juga selalu digelar senam pagi bersama dan permainan dolanan anak-anak yang juga tradisional, seperti gobak sodor, bentangan, egrang dan lainnya.

Bahkan pada Nggruput itu pernah dikunjungi beberapa pejabat pusat RI di Jakarta, seperti Joko Pratolo (dari Kementerian Pendidikan) Samsudin (dari Kemenpora) Eko Watirajeng (dari Kementerian Kesehatan)‎ dan pejabat dari Provinsi Lampung."Sebenarnya para pejabat itu asli warga Pringsewu, mereka kangen saja akan jajanan dan panganan tradisional itu,"ungkapnya.

Bahkan pejabat Pringsewu seperti Wakil Bupati H.Fauzi, beserta jajaran kepala OPD, Ketua DPRD H.Ilyasa beserta jajaranya secara bergantian rutin meninjau lokasi tersebut."Alhamdulillah berkat kunjungan dari para pejabat teras itu, kegiatan Nggruput mendapat respon dari pihak Pemkab Pringsewu. Bahkan membantu sejumlah fasilitas,"jelasnya.

Disisi lain Umbar menuturkan, kepada masyarakat yang tidak merasa kebagian jajanan dan panganan tradisional di lokasi Nggruput, maka bisa didapatkan di posko "Batok Pring" (Basis Tongkrongan Pringsewu yang berlokasi di Jalan Vetran Pringsewu Barat atau di depan Polsek Pringsewu."Setiap Senin hingga Sabtu, sejumlah pedagang tradisional juga kami sediakan disini. Tapi jika minggu di lokasi Nggruput,"imbuhnya.  



(lis/iqb)