TANGGAMUS
Ilustrasi (pin/ist)
06/11/2017 21:23:19
79

Unila Soroti Eksploitasi Ubur-Ubur di Teluk Semangka

Harianlampung.com - Eksploitasi ubur-ubur di perairan laut Teluk Semangka Kabupaten Tanggamus menarik perhatian para akademisi perguruan tinggi Universitas Lampung (Unila) untuk dijadikan bahan pembahasan dan masukan kepada institusi terkait. 

Pengeksploitasian secara besar-besaran biota laut oleh beberapa perusahaan dalam kawasan perairan laut Teluk Semangka ini, di klaim oleh para nelayan sebagai penyebab berkurangnya populasi ikan tangkapan para nelayan setempat.

Menurut mastang tokoh nelayan Teluk Semangka, biota laut jenis ubur-ubur diketahui oleh para nelayan setempat, adalah pembawa ribuan ikan, yang menjadikan gerombolan ubur-ubur tempat mencari makan dan berlindung, atau di istilahkan oleh nelayan karang terapung untuk ikan. 

Sehingga jika siklus ubur-ubur sedang banyak memenuhi perairan Teluk Semangka dipastikan akan membawa ikan yang banyak, dan para nelayan akan panen tangkapan, akan tetapi sekarang populasi ikan laut Teluk Semangka tersebut mulai berkurang bahkan beberapa jenis ikan sudah tidak dijumpai lagi di Teluk Semangka, akibat eksploitasi ubur-ubur oleh pihak perusahaan

"Nah yang terjadi saat ini, pengeksploitasian ubur-ubur secara besar besaran menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan seperti trawl, sehingga besar kecil ubur ubur ikut terjaring. Berimbas populasi ikan di perairan teluk ini menjadi sangat jauh berkurang, bahkan sudah sangat mengkhawatirkan, sangat sulit mendapatkan ikan yang banyak, seperti dulu sebelum ubur-ubur di ambik oleh perusahaan, yang kita tidak apa kontribusinya buat Tanggamus," katanya, Senin (6/11).

Mastang mengatakan, permasalahan eksploitasi biota laut jenis ubur ubur ini telah mereka ungkapkan saat pertemuan dengan pihak akademisi Unila dalam rangka penerapan tri dharna pengabdian kepada masyarakat nelayan pesisir Kota Agung, Tanggamus pada Kamis (2/11) lalu. 

Para akademisi Unila akan membawa masalah tersebut dalam pembahasan seminar-seminar internal Unila dan akan menjadi masukan kepada Pemerintah sebagai acuan kajian lebih tekhnis, agar didapatkan suatu aturan yang tepat terkait dampak eksploitasi biota ubur ubur yang di klaim para nelayan penyebab berkurangnya populasi ikan laut.

"Ya, mudah-mudahan keterangan dari para nelayan Teluk Semangka terkait ubur ubur saat pertemuan dan sosialisai kelautan dan peralatan tangkap sesuau undang-undang beberapa waktu lalu bersama dosen dosen Unila, menjadi bahan masukan para ahli tersebut untuk melakukan penelitian ilmiah, sehingga pemerintah dapat membuat aturan terkait eksploitasi ubur ubur," katanya. (zim) 

 
(zim)