TULANGBAWANG BARAT
Ilustrasi. (pin/dok)
30/4/2017 11:28:53
314

Oknum ASN Tubaba Mesum Diusir Secara Adat

Harianlampung.com - Federasi Adat Megou Pak Marga Tegamo`an Tiyuh Penumangan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), keberatan dengan cara penyelesaian kasus dugaan mesum oknum Aparat Sipil Negara (ASN) Tulangbawang Barat.

Dalam kasus yang melibatkan SN (35), pegawai Bappeda Tubaba dan LK (50), pejabat eselon III yang menjabat Kabid di Disdukcapil Tubaba, itu Kapolsek Tulangbawang Udik AKP Sainul AR menyebutkan bahwa kasus itu sudah selesai secara adat. Sehingga tuntutan hukum seperti diatur dalam Pasal 284 KUHP, tidak dilanjutkan.

Padahal, kalangan adat setempat merasa tidak pernah dilibatkan dalam menyelesaian kasus dugaan mesum yang ditangkap warga di pinggir Lapangan Dayamurni itu.

"Selesai secara adat dari mana, jangan main-main dengan hukum adat, kami 51 pepadun di luar Pepadun YTS (suami SN) belum pernah diajak musyawarah oleh Pak Kapolsek maupun pihak LK untuk menyelesaikan tindak asusila ini," kata Masri KR, Sekretaris Federasi Adat Tiyuh Penumangan sesuai musyawarah adat, Sabtu (29/4) sekira pukul 22.00 Wib.

Karena itu, Federasi Adat Megou Pak Marga Tegamo`an Tiyuh Penumangan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) menggelar Peppung Adat (Musyawarah adat). Pertemuan yang dilangsungkan di Balai Adat tiyuh setempat ini dihadiri 52 pepadun.

Dalam Peppung Adat tersebut dihasilkan dua kesepakatan. "Pertama mengusir SN dari Tiyuh Penumangan. Kemudian, menyurati Ketua Federasi Adat Megou Pak Kabupaten Tubaba untuk mengambil langkah dan sikap terkait diberhentikannya kasus ini," tegasnya.

Hal yang sama diungkapkan Reskon Husin gelar Tuan Permatou Megou. "Kami merasa belum pernah disentuh secara adat dalam permasalahan ini. Digelarnya Peppung Adat ini bertujuan agar pihak mana pun tidak bermain-main dalam tata titi adat, kami semua telah sepakat atas dua rekomendasi tersebut," katanya.
(frk/mfn)