TULANGBAWANG BARAT
Andi Surya (pin/ist)
14/11/2017 11:39:15
63

Pernyataannya Soal Proyek Fiktif, Andi Surya Tak Takut Digugat

Harianlampung.com - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Lampung, Andi Surya menyatakan siap bertanggung jawab atas pernyataannya di media massa terkait dugaan proyek fiktif di Dinas Kesehatan (Diskes) Tulangbawang Barat (Tubaba) yakni Puskesmas di Tiyuh Pagardewa, Kecamatan Pagardewa, Tubaba.

Menurut Andi, pernyataannya tersebut berdasarkan laporan dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berada di Pagar Dewa. Jadi, jika Diskes Tubaba hendak melayangkan gugatan terkait pencemaran nama baik, Andi mengaku siap.

“Tidak apa-apa, jika mereka (Diskes) mau melapor ke polisi silahkan, yang saya tuju kan institusinya,” kata Andi Surya usai Kunjungan Kerja (Kunker) di Mapolda Lampung, pekan lalu

Senator asal Lampung ini mengungkapkan bahwa dirinya hanya menyampaikan ke media massa terkait dugaan proyek fiktif. “Sayakan anggota DPD RI, tentu boleh saya menyampaikan hal itu,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan Plt. Kadiskes Tubaba Perana Putra yang disampaikan oleh Sekretaris Diskes yang membantah adanya proyek fiktif peningkatan Puskesmas di Tiyuh Pagardewa Kecamatan Pagardewa, Andi mengatakan bahwa hal ini tidak sepenuhnya sesuai dengan laporan yang diterimanya.

“Menurut pengaduan para tokoh masyarakat Tiyuh Pagardewa, baik Puskesmas maupun rumah dinas dokter wujudnya tidak ada perubahan apapun, artinya diduga tidak dilakukan peningkatan pembangunan menjadi Puskesmas Rawat Inap,” kata Andi.

Padahal, lanjut dia, telah ada anggaran peningkatan Puskesmas Rawat Jalan menjadi Puskesmas Perawatan Poned Tiyuh Pagardewa yang tercatat pada lelang proyek LPSE 2016/2017 dengan kode lelang nomor 611486 yang anggarannya bersumber dari APBD 2016.

“Tahapan lelang tersebut sudah selesai saat itu dengan nilai Rp4,2 Miliar, dimenangkan oleh CV. Weldy Putra. Sementara untuk pembangunan rumah dinas dokter sesuai kode lelang 747486 dengan pagu anggaran Rp 300 juta dimenangkan oleh CV Lingai Raya,” jelasnya.

Sedangkan, lanjut dia, untuk peningkatan Puskesmas rawat jalan menjadi Puskesmas perawatan Poned di Tiyuh Mulya Asri tercatat pada dokumen informasi lelang proyek nomor 610486 APBD 2016 dengan nilai proyek Rp 4,2 Miliar yang pelaksana proyeknya CV Athifa Karya.  “Kalau yang ini, proyeknya telah dilaksanakan dan terbukti ada bangunannya,” tuturnya.

Anggaran keduanya memang bersumber dari APBD 2016 Tubaba. Namun, fakta ini menunjukkan bahwa proyek Puskesmas pada Tiyuh Pagardewa berbeda dengan proyek puskesmas pada Tiyuh Mulya Asri.

“Namun pada proyek peningkatan puskesmas di Tiyuh Pagar Dewa, menurut pengaduan masyarakat, tidak dilaksanakan. Bahkan informasinya, baik bangunan Puskesmas maupun rumah dinas dokter sudah tidak difungsikan,” jelasnya

Masih kata Andi, jadi, berdasar fakta-fakta dokumen lelang LPSE 2016 sampai dengan 2017, diduga ada proyek pembangunan peningkatan Puskesmas yang dilaksanakan di Tiyuh Pagardewa.

“Sebabnya saya tidak tahu. Maka, ini harus dipastikan melalui investigasi oleh aparat penegak hukum agar dugaan-dugaan ini dapat dipastikan kebenarannya,” tandas Andi.
(dnt)