TULANGBAWANG
Ilustrasi (pin/dok)
19/12/2017 13:28:51
695

Munzir Desak Winarti dan Hendriwansyah Selesaikan HGU SGC

Harianlampung.com - Anggota DPRD Tulangbawang, Munzir mendesak pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tulang Bawang 2017-2022, Winarti dan Hendriwansyah membawa perubahan terhadap masyarakat Gedung Meneng dan Dante Teladas.

"Empat hari terakhir jalan raya km 30 menuju Gedung Meneng dan Dante Teladas sudah terputus. Seharusnya, Pemkab dan Bupati bergerak cepat menyelesaikan persoalan tersebut. Bupati baru, harus bawa terobosan. Jangan sampai lima tahun ke depan, masyarakat Gedong Meneng dan Dante Teladas tetap terpinggirkan," kata Wakil rakyat dari Dapil 6 Tulangbawang itu pada Selasa (19/12)

Kondisi jalan yang tidak bisa dilalui, kata Munzir, memberikan dampak merugikan kepada masyarakat setempat. Sejumlah hasil bumi milik warga yang baru dipanen, urung dikirim. Lantaran kondisi jalan yang tidak memungkinkan untuk dilalui. “Ada sejumlah warga yang berprofesi sebagai petani mengeluh. Mereka tak bisa kirim hasil panen.

Ke depan, warga  berharap, Pemkab dapat menyediakan akses jalan alternatif. Sehingga warga tidak perlu lagi lewat jalan yang sekarang. Alasannya selain sering banjir, akses jalan tersebut, berada di kawasan perkebunan SGC.

“Seharusnya ada akses jalan lain menuju Gedong Meneng dan Dante Teladas,” kata Munzir

Munzir juga menambahkan, Winarti dan Hendriwansyah memiliki PR untuk menyelesaikan sengketa lahan antara masyarakat setempat dengan PT. Sugar Group Companies (SGC). Penyebabnya, dengan tanah milik sekitar 100 orang warga yang diklaim masuk dalam Hak Guna Usaha (HGU) SGC.

Sengketa lahan tersebut berdampak terhadap kemampuan kecamatan Gedung Meneng dan Dente Teladas untuk menerima program pemerintah. Ia mencontohkan sejumlah program Presiden Jokowi atau Pemerintah tidak bisa berjalan.

“Contohnya itu cetak sawah tidak bisa, lalu sertifikat prona tidak bisa, jadi sia-sia Jokowi memberikan program untuk dua Kecamatan di Tulangbawang,” kata dia.

Perlu diketahui, masjid, rumah, sekolah, kuburan dan perladangan, semua di klaim masuk HGU PT. SGC, termasuk kantor camat.

Hal inilah yang menjadi aneh, sebab sejak dahulu, Pemerintah dan DPRD, yakni eksekutif dan legislatif, mengesahkan anggaran untuk pembangunan di Kecamatan Gedung Meneng dan Dente Teladas, dengan kata lain mengesahkan pembangunan berbagai bangunan di dalam HGU.

“Ini salah, mengapa sejak dahulu membangun di dalam HGU kan aneh jika HGU itu benar. Winarti dan  Hendriwansyah sebagai kepala daerah baru, seharusnya bisa memberikan solusi atas masalah yang sudah berlarut-larut ini,” kata Munzir.
(iqb​​)