WAYKANAN
Ilustrasi. (pin/ist)
09/8/2017 18:06:32
424

Truk Batu Bara Diizinkan Melintas Setelah Magrib

Harianlampung.com - Pemerintah Provinsi Lampung mengizinkan truk pengangkut batu bara melintas di Kabupaten Waykanan hanya pada waktu malam.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Pemprov Lampung, Adeham mengatakan hal tersebut pada Rabu (9/7) menyusul kesepakatan pengusaha angkutan batu bara dan Pemkab Waykanan.

Truk pengangkut batu bara yang melintas di daerah Waykanan dari Muaraenim, Sumatera Selatan, tidak lagi diperbolehkan melintas pada siang hari.  "Hasil kesepakatan bersama truk batu bara hanya boleh lewat jalan di Waykanan, selepas jam 6 malam," katanya kepada harianlampung.com.

Menurut Adeham, langkah tersebut diambil agar kondisi jalan nasional dan jalan provinsi dapat terjaga. Muatan truk batu bara, yang kadang mencapai 50 ton, dinilai menjadi penyebab utama kerusakan jalan di Bumi Ramik Ragom.

"Memang banyak angkutan berat lain, tapi yang paling sering itu angkutan batu bara. Makanya waktunya kami atur, sebetulnya tonase kendaraan juga mau kami atur, namun usulan itu ditolak," katanya.

Adeham mengatakan Pemprov Lampung bersama dengan Kementerian Perhubungan berupaya menyiapkan alternatif jalur bagi angkutan batu bara. Salah satunya melalui kereta api.

Pemprov katanya akan menyiapkan pembangunan dry port di Lampung Utara dan Kotabumi. Batu bara, yang telah ditampung disana, nantinya akan diangkut dengan kereta api.

Pemprov juga menggagas pembangunan double track di sisi Jalan Tol Trans Sumatera, agar bisa menciptakan jalur kereta api baru.

"Sedang disusun Detail Engineering Design (DED). Insyaallah kami akan segera bergerak ke penetapan lokasi. Kemungkinan memanfaatkan lahan 60 meter dari sisi JTTS," katanya.
(iqb/mfn)