OLAHRAGA
Diego Armando Maradona (inl/dok)
06/7/2018 12:02:22
670

Tuduh Wasit Geiger dan FIFA, Maradona Minta Maaf

Harianlampung.com - Diego Armando Maradona meminta maaf atas pernyatannya yang menyindir FIFA dan wasit di laga 16 besar antara Kolombia melawan Inggris.

Kolombia gagal melaju ke perempatfinal usai dikalahkan Inggris 3-4 lewat adu penalti di Spartak Arena, Rabu (4/7/2018) dini hari WIB. Sebelum adu penalti, kedua tim bermain sama kuat 1-1 selama 120 menit.

Inggris unggul terlebih dulu berkat gol penalti Harry Kane di menit ke-57. Wasit Mark Geiger memberikan tendangan 12 pas kepada Inggris menyusul pelanggaran yang dilakukan Carlos Sanchez kepada Kane di area terlarang.

Kolombia mampu memaksakan hasil imbang di masa injury setelah Yerry Mina berhasil membelokkan bola sepak pojok jadi gol.

Hasil tersebut membuat Maradona tak senang, ia menyoroti keputusan wasit terkait penalti Inggris. Selain itu, mantan pemain yang pernah membawa Argentina juara dunia 1986 juga mempertanyakan pemilihan Geiger sebagai pengadil lapangan di laga tersebut.

"Di sini ada seorang pria sejati yang memutuskan, seorang wasit, yang jika Anda mencarinya di Google, ia seharusnya tidak diberikan pertandingan dengan tensi seperti ini," demikian pernyataan Maradona.

"Geiger, orang Amerika Serikat, apa ini sebuah kebetulan," dia melanjutkan.

FIFA kemudian angkat bicara mengenai tuduhan Maradona tersebut, badan sepakbola tertinggi dunia itu mengatakan ucapan Maradona sama sekali tidak benar dan tanpa dasar. Mereka juga sudah menegur pria yang pernah membuat gol `Tangan Tuhan` di Piala Dunia 1986 itu.

Melalui akun media sosialnya, Maradona meminta maaf atas perkataannya tersebut. Ia mengakui tugas seorang wasit tidak semudah yang dilihat.

"Saya meminta maaf kepada FIFA dan Presiden FIFA Gianni Infantino, walapun terkadang saya tidak setuju dengan keputusan wasit saya memiliki rasa hormat untuk pekerjaan mereka yang tidak mudah," demikian bunyi permintaan maaf Maradona.

Di Piala Dunia 2018, Maradona kerap mencuri perhatian, terutama saat timnas Argentina bertanding. Ia pernah diberi peringatan keras oleh FIFA menyusul selebrasi berlebihannya dengan mengacungkan jari tengah saat Tim Tango mengalahkan Nigeria di laga terakhir fase grup.
(halin)