PARIWISATA
Letusan anak Karakatau (pin/ist)
06/1/2017 15:02:08
657

Lampung Kembangkan Lokasi Penemuan Kapal Krakatau

Harianlampung.com - Pemerintah Provinsi Lampung akan menjadikan  Daerah sekitar lokasi penemuan kapal Karakau, sebagai lokasi destinasi wisata bertaraf internasional. Aset lokasi penelitian dan hasil penelitian akibat letusan Gunung Krakatau tahun 1883 itu dapat bermanfaat bagi masyarakat Lampung, dan Nasional.

Kepala BAPPEDA Provinsi Lampung, Taufik Hidayat dalam paparannya rapat bersama Tim penemu kapal Karakatau menyatakan bahwa penemuan ini dapat menjadikan hasil penelitian sebagai aset yang mampu dimanfaatkan bersama bagi masyarakat Lampung.

“Dan akan menjadi nilai tambah bagi wisatawan asing dan domestik  saat Provinsi Lampung menggelar Festival Krakatau sebagai agenda tahunan Pemprov Lampung,” kata Taufik HIdayat, yag memimpin Rapat bersama Tim Penemu Kapal Krakatau di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Kamis (5/1/2017).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Heri Suliyanto menambahkan, agar penelitian ini mampu terlaksana dengan cepat dibutuhkan kerjasama lintas sektoral seperti koordinasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta dinas terkait.

Sementara Choiria Pandarita selaku Kepala Dinas Pariwisata mengaku Lampung sudah 3 tahun mendapat penghargaan  dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Dengan 11 item warisan budaya tak benda," kata Choiria.

Humas Tim penemu Kapal Karakau, Rahmad  menyatakan bahwa Tim penemuan Kapal Krakatau dimulai sejak 2012. Penemuan kapal ini berada di tengah laut, dan tak jauh dengan harta karun. "Penelitian ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat akan dampak dari letusan Krakatau itu lebih dahsyat. Seperti laut terbelah, tsunami,  serta ketinggian laut yang berbeda dari biasanya, " jelasnya.

Letusan Krakatau yang begitu dahsyat,  dan menjadi satu peringatan.  Bukan berhenti ditahun 1883, tetapi masih ada anak krakatau yang mungkin akan lebih dahsyat dari Karakatau.

Hadi Subroto selaku inisiator penemuan kapal menyatakan bahwa penelitian ini diawali dengan suatu riset ilmiah di Bukit Kepayang berjarak 3,8 km dari Gunung Krakatau. Adapun riset ini menerapkan metode ilmiah melalui tahapan demi tahapan.

Mulanya difokuskan pada proses ledakan krakatau, serta memfokuskan dampak efek ledakan. Seperti Tsunami dan awan wedus gembel.  Serta Wilayah mana di pulau Sumatera atau Jawa yang daerahnya mengalami kerusakan parah. Dalam letusan ini menciptakan 2 bencana, yaitu tsunami dengan ketinggian 120 m dan wedus gembel yang dapat menerobos lautan sampai memapar di Bakauheni.

Meneliti dimana batu-batu dari laut naik kedaratan. Hal ini menunjukkan bahwa letusan tersebut sangat dahsyat. Banyak sekali batu-batu karang laut sampai ke puncak bukit kepayang dan sekitarnya. Di Bukit Kepayang juga diduga terdapat kapal yang merupakan dampak Gunung Krakatau yang tertimbun oleh longsor.

Tim juga melakukan uji geolistrik bekerjasama dengan pihak unila, di atas titik yang diduga dibawahnya terdapat kapal. Dan dari uji ini menghasilkan bentuk anomali berbentuk lambung kapal.  Diduga Kapal yang tertimbun merupakan kapal uap yang berasal dari eropa.
(iqb/jun)