PARIWISATA
Surfing internasional di Krui. (eva/pin)
16/4/2017 21:36:19
568

Pesisir Barat Layak Jadi Tuan Rumah Surfing ASEAN Games

Harianlampung.com - Sebanyak 71 peserta dari 14 negara mengikuti kejuaraan WSL QS 1000 Krui Pro, Surfing Competition Tahun 2017 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Sabtu (16/4), di Pantai Tanjungsetia, Kecamatan Pesisir Selatan.

Peserta terdiri dari 53 peselancar pria dan 18 peselancar wanita. Mereka berasal antara lain dari Korea, Taiwan, Brazil, Argentina, Jepang, Inggris, Autralia, New Zaeland, dan Indonesia.

Bupati Agus Istiqlal mengatakan, sebagai upaya mengembangkan dan mewujudkan pariwisata unggulan, kabupaten terbungsu di Provinsi Lampung tersebut, membuktikan bahwa Kabupaten Pesisir Barat layak dijadikan tempat lomba surfing pada Asian Games XVII 2018 mendatang.

"Makanya kami menyelenggarakan kompetisi surfing internasional yang bertajuk Krui Pro 2017 WSL QS 1000 Surfing Copetition yang dihelat pada Sabtu-Kamis (15-20/4) mendatang," jelas Agus.

Di lokasi digelarnya kegiatan bertaraf internasional tersebut, ombak dan keindahan pantainya sudah terkenal hingga mancanegara. Bahkan setiap tahun tercatat lebih dari delapan ribu turis asal mancanegara yang berkunjung ke Kabupaten Pesisir Barat. Ini merupakan ajang mempromosikan potensi wisata yang ada di Kabupaten Pesisir Barat.



“Ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Peisisr Barat dan juga seluruh Provinsi Lampung, karena event yang bertaraf internasional tersebut akan diikuti oleh 71 peserta dari berbagai negara," jelasnya.

Agus mengungkapkan, penyelenggaraan kompetisi surfing internasional ini merupakan salah satu event untuk melakukan akselerasi pembangunan, membuka dunia luar guna mempercepat atau mendorong investasi agar masuk ke Provinsi Lampung.

"Kalau hanya mengandalkan pemerintah tentu pembangunan akan sulit dan lambat. Untuk itu, dibutuhkan peran dari pihak swasta. Kita harus membuat agar masyarakat dan dunia usaha melihat bahwa ada potensi yang sangat baik untuk pengembangan pariwisata di Pesisir Barat, salah satunya melalui Lomba Surfing Internasional ini,” tambahnya.



Untuk itu, pihaknya mengimbau seluruh pihak terkait mendukung kompetisi surfing internasional tersebut agar berjalan sukses dan membanggakan Provinsi Lampung di mata internasional, tegasnya.

Sementara Gubernur Lampung melalui Staf Ahli Pembangunan, Hukum dan Politik, Theresia Sormin mengatakan, kejuaraan surfing bertaraf internasional ini merupakan ajang promosi bagi Provinsi Lampung, khususnya Pesisir Barat.

Provinsi Lampung memiliki potensi wisata yang beragam mulai dari Anak Gunung Krakatau, Pulau Sabesi, Teluk Kiluan, Pantai Tanjung Setia, menara siger, sekolah gajah dan objek wisata lainnya. Di lokasi ini adalah wisata yang memiliki daya tarik yang sangat luar biasa, ungkap Theresia.

Kabupaten Pesisir Barat juga memiliki seni budaya yang bernilai tinggi serta adat istiadat yang unik. "Kesemuannya ini merupakan modal besar dalam menumbuh kembangkan dan menghidupkan kepariwisataan yang diharapkan bisa menjadi andalan pemasukan devisa bagi Pesisir Barat," harapnya.



Dia percaya kalau pantai ini benar-benar ditata dapat menjadi Kuta-Bali kedua, terlebih bagi Pesisir Barat memiliki bentang pantai kurang lebih 210 KM yang melintas dari arah barat laut ke tenggara dengan pantai yang berpasir dan berbukit terjal yang berhadapan langsung dengan samudera.

"Saya harap peserta lomba surfing bisa menunjukkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas dan fair play, selama memgikuti surfing contest ini," pungkas There.

Hadir dalam kegiatan pembukaan WSL QS 1000 Krui Pro, Surfing Competition Tahun 2017 tersebut, Perwakilan Kementrian Pariwisata/Asisten Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Ratna Saranti, Anggota DPR RI, Sudin, Komandan Korem Provinsi Lampung, Kolonel Hadi Basuki.

Wakil Bupati Pesisir Barat Erlina, Wakil I DPRD Pesisir Barat, M.Towil, Kapolres Lampung Barat, AKBP. Andy Kemala, Dandim Lampung Barat, Sukandar, Perwira Penghubung Kodim Pesisir Barat, Muskardi, Ketua umum KOI, atau WSL, Tivi Jabrik, Anggota DPRD Ripzon Efendi, Ketua Dewan Perwakilan Cabang PDI-P Pesisir Barat, Oking Gandamiharja, DPRD Provinsi Lampung, Yanuar Irawan, Kepala SKPD, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan 71 Peserta surfing dari 14 negara. (eva/mfn)