PARIWISATA
Aksi peselancar di Pantai Tanjungsetia (pin/dok)
18/4/2017 06:00:33
690

Surfer Dunia Berlaga Taklukkan Ombak Pesisir Krui Tanjung Setia

Harianlampung.com - Kompetisi Krui Pro 2017 WSL QS 1000 Surfing Competition memasuki putaran kedua, Senin (17/4). Para surfer dari berbagai negara mencoba mencetak skor maksimal dalam menaklukan ombak di Pantai Tanjung Setia.

Dari 65 surfer pria, kini tersisa 20 surfer yang melaju ke putaran ketiga. Sementara, dari 18 surfer wanita, 12 surfer dipastikan melaju ke perempat final kompetisi ini.

Beberapa surfer Indonesia nampaknya mampu bersaing dengan surfer mancanegara, karena mereka juga melaju ke putaran selanjutnya. "Kompetisi sudah memasuki hari kedua, dan berlangsung dengan lancar," ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesisir Barat Audi Marpi.

Menurut Dia, kompetisi ini diharapkan rampung pada 20 April 2017. "Dengan kompetisi level internasional seperti ini, kita berharap ada peningkatan jumlah kunjungan wisata, khususnya wisatawan mancanegara," kata dia.

Dia optimistis, ajang lomba ini mampu menjadi sarana promosi efektif untuk menarik kunjungan wisatawan khususnya pecinta olahraga selancar. "Kompetisi ini membuktikan bahwa ombak di Pesisir Barat berkelas dunia," katanya.

Ke depan, kompetisi berlevel internasional ini akan menjadi agenda tahunan di Bumi Para Sai Batin dan Ulama ini. Apalagi, Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal memang menaruh perhatian serius terhadap percepatan pembangunan pariwisata di daerah ini.



Selain itu, Krui Pro 2017 WSL QS1000 Surfing Competition juga memperlihatkan bahwa Kabupaten Pesisir Barat siap menjadi venue surfing pada Asian Games XVIII Tahun 2018.

Karena saat ini, Kabupaten Pesisir Barat menjadi salah satu dari dua kandidat utama venue surfing Asian Games XVIII. "Kami ingin lagu Indonesia Raya berkumandang di Bumi Para Sai Batin dan Ulama," tegas Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal beberapa waktu lalu.

Sebelumnya Sebanyak 71 peselancar dunia mengikuti Surfing International di Pantai Tanjung Setia Krui Pro 2017, 14-16 April 2017. Ke-51 peselancar berasal manca negara kelas dunia. mereka berasal dari, Australia, Brasil, Selandia Baru, Korea Selatan, Yunani, Amerika Serikat, Jepang dan Hawai.

“Sisanya peselancar tuan rumah Indonesia, terima kasih kepada Kementerian Pariwisata (Kemenpar, Red) yang telah mendukung acara ini," kata Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal saat melakukan jumpa pers di Hotel Horison, Bandar Lampung, Jumat (14-16), lalu.

Agus menambahkan, untuk event ini, Pemda Lampung Barat, selain bekerjasama dengan Kemenpar dengan World Surf League (WSL) dan Asian Surfing Championship (ASC) serta Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI).

Kemenpar yang diwakili Ratna Suranti, Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, mengatakan strategi marketing dan mempromosikan pantai Tanjung Setia yang begitu sempurna karena ketinggian ombaknya mencapai 7 meter dan panjang mencapai 200 meter.



"Ini merupakan new area, Destinasi baru wisata, pantai yang memiliki ombak terbaik bagi peselancar sepanjang musim. Kita akan terus meng eksplore dan mempromosikan area ini menjadi surga bagi peselancar yang berkelas dunia," katanya.

Menurutnya, dukungan promosi Kemenpar di event ini, selain mengenalkan spot baru ini kepada peselancar dunia yang telah menjadikan Bali sebagai second home, juga mengembangkan konsep 3A yakni Akses, Atraksi dan Amenitas.

"Lampung tidak jauh jaraknya dari Jakarta, jika naik pesawat turun ke Kota Lampung juga cuma 35 menit. Jika respons surfing ini bagus, secara otomatis, pebisnis akan mengembangkan destinasi Lampung Selatan. Nah, rumus 3A, Atraksi, Akses dan Amenitas akan menentukan untuk mengembangkan destinasi di sana. Atraksi yang istimewa bisa men-drive Akses dan Amenitas di sana," katanya

Ratna berharap, pemerintah daerah setempat bisa memiliki keramahan serta bisa menjadi gaet yang baik bagi para turis mancanegara yang datang. “Jadi, ketika para surfer datang, bisa mendapatkan penjelasan yang jelas. Di mana lokasinya, tempat menginap dan lain sebagainya,” ujar Ratna.

Ratna menambahkan, Kemenpar akan terus menyumbangkan apa yang bisa dilakukan. Seperti mempromosikan dan mengangkat even tersebut sebagai agenda tahunan. Kejuaraan surfing ini sendiri akan mempertandingkan kelas World Surf League (WSL) QS 1000 Mens And Womens Surfing Competition.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, ada tiga hal strategis, dukungan promosi Kemenpar di event ini. Pertama, penggemar surfing ini adalah wisman yang kebanyakan berasal dari Australia. Mereka sudah menjadikan Bali sebagai the second home, karena surfing. Mereka susah familiar berselancar di ombak Kuta Bali.

"Marketnya sudah jelas, mereka sudah ke Bali, tinggal diperkenalkan spot baru itu ke Bali dan diinformasikan ke negaranya," kata Arief Yahya.

Kedua, prinsip dalam sport tourism juga harus dipakai. Di event-nya sendiri, mungkin tidak besar direct impact-nya, tetapi indirect-nya, atau media value nya pasti jauh lebih tinggi. "Dari media value itulah opportunity baru terbangun. Kalau wisman sudah jatuh cinta, mereka akan datang lagi bersama keluarga dan rombongannya. Rata-rata sport tourism itu 60% menjadi repeater," ujarnya.

Di event ini, Pemda Lampung Barat, bekerjasama dengan World Surf League (WSL) dan Asian Surfing Championship (ASC) serta Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI). Dari turnamen ini diprediksi akan diikuti oleh ratusan Wisman dari berbagai negara.

”Lokasinya juga sudah diakui dunia. Bukti paling baru adalah Tim dari ASC sudah melihat lokasi pantai kami dan menyatakan Kabupaten Pesisir Barat, khususnya Pantai Tanjung Setia dan Pantai Mandiri merupakan kandidat yang layak sebagai Venue Surfing ASIAN Games XVIII Tahun 2018 dan event tingkat internasional lainnya. Jadi, potensi pantai ini sudah cocok melaksanakan event international,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Nusantara Esthy Reko Astuti.
(jun)