PARIWISATA
Bambang SBY di kliniknya. (pin/ist)
18/4/2017 09:55:38
326

Promosikan Kopi Lampung, Bambang SBY Melukis Pakai Ampas Kopi

Harianlampung.com - Bambang SBY punya cara sendiri ikut mengkampanyekan kopi Lampung. Sebagai pelukis profesional, dia memanfaatkan talentanya melukis pakai kopi. Ampas kopi dijadikannya sebagai pigmen lukisannya.

Bambang SBY berharap lukisan pakai ampas kopinya dapat membantu promosi kopi Lampung, baik kopi robusta (Coffea canephora) maupun kopi arabika (Coffea arabica). “Suatu anugrah Allah SWT, kedua jenis kopi otu tumbuh subur dan dikenal hingga mancanegara. Mudah-mudahan, lewat lukisan kopi ikut semakin terangkatnya kopi Lampung,” katanya.

Sudah banyak lukisan-lukisannya yang pakai kopi sebagai catnya. Di antara lukisan kopi tersebut, Bambang SBY pajang di Klinik Seni Rupa KGM Jl. Kedelai No1, Gedungmeneng Bandarlampung. Klinik terbuka untuk umum. Silakan yang mau mengapresiasi maupun memilikinya.

Baginya, gampang melukis pakai pigmen kopi. Persoalannya yang mengusiknya adalah ketahanan lukisannya. Banyak pelukis yang mencoba pakai media kopi tak lama kemudian lukisannya tumbuh jamur. Hal ini menjadi tantangan bagi Bambang SBY.

Selama ini, kata pelukis asal Surabaya yang sudah puluhan tahun tinggal di Lampung ini, kopi sebagai media lukis hanya diberi lem PVC sebagai pengganti catnya, tanpa mempelajari keistimewaannya dan manfaat kopi tersebut. Pengetahuan ilmu bahan menjadi sarat mutlak jika ingin menggunakan bahan organik, ujarnya.

Bahan organik yang menurut anggapan umum tidak awet, mudah berjamur dan luntur, banyak pelukis kopi akhirnya tidak melanjutkan eksperimennya. Bambang SBY mempelajari lalu sukses berkarya dengan menggunakan kopi sebagai unsur utama dalam karya lukisannya.

Untuk keawetannya sudah tidak ada masalah, kopi memiliki zat pengawet alami yang terdapat dalam kandungannya (kafein) . Kopi asli memiliki kandungan kafein antioksidan yang dapat menyerap bau dan membunuh bakteri agar tidak membusuk. Aromanya juga bisa membuat gairah dan semangat.

Tinggal, kata Mas Bambang, panggilannya, zat pengawet alaminya diperkuat lagi dengan unsur-unsur lain yang akan menambah perkuatan atau pengawetan terhadap lukisan kopi. “Organik dan anorganik yang semula dianggap berbeda ternyata dapat bersenyawa dan menyatu denhan kelebihan dan kekurangannya,” katanya.

Bambang SBY membuat ramuannya sendiri, mengolah kanvas sendiri, menjadi pilihan wilayah kreatifnya. Dia mencampur pigmen organik dan anorganik. Anggapan bahan organik tidak awet dan mudah lapuk itu salah karena sebelum ditemukan bahan anorganik, orang memakai bahan organik.

Diuraikannua, dalam sejarah seni rupa mesir kuno yang sudah berusia 5000 tahun yang lalu, karya nenek moyang di dinding batu goa dan kayu masih awet sampai sekarang dan menjadi situs sejarah. Kata kuncinya adalah pengawetan dengan media yang baik dan benar, ujar Bambang.

Kopi yang memiliki zat pembunuh bakteri dan memiliki aroma yang bisa menyerap bau merupakan bahan yang terbaik sebagai dasar pigmen untuk dicampur dengan media organik dan anorganik. “Dapat menciptakan efek nuansa dan karakter yang sangat kuat dibanding cat standar buatan pabrik. Kreatifitas ini Anugerah Allah SWT,” ujar Bambang SBY.
(sil/mfn)