PARIWISATA
Nishi Keijiro dan Agus Istiqlal. (eva/pin)
20/4/2017 17:21:56
851

Peselancar Nishi Keijiro dan Lucy Callister Juara Krui Pro 2017

Harianlampung.com - Peselancar asal Jepang, Nishi Keijiro meraih juara pertama kategori pria pada final Krui Pro 2017 WSL QS 1000 Surfing di Pantai Tanjungsetia, Kamis (20/4). Sedangkan kategori wanita diraih peselancar asal Australia, Lucy Callister.

Nishi berhasil mengumpulkan poin terbanyak dalam babak final kompetisi tingkat internasional tersebut. Peringkat kedua kategori pria diraih Moses Le Grice asal Australia.

Sementara peringkat ketiga diraih oleh dua peselancar yakni Jean Da Silva aal Brazil, dan I Nyoman Mega Artana asal Indonesia.

Pada kategori wanita, peringkat kedua diraih oleh Ellie Jean Francis asal Australia, dan peringkat ketiga diraih oleh dua peselancar asal Jepang Minori Kawai dan Amuro Tzuzuki.


Pemenang diumumkan oleh tim World Surf League (WSL) yang mengikuti jalannya kompetisi selama empat hari ini. Penyerahan tropi juara pertama pria dilakukan Bupati Pesibar, Agus Istiqlal, dan juara pertama wanita oleh Wabup, Erlina.

Sementara untuk juara kedua dan ketiga, tropi diserahkan oleh perwakilan Pemprov Lampung dan unsur Forkompinda Pesibar-Lampung Barat (Lambar).

Disampaikan salah seorang Tim WSL, Tipi Jabrix bahwa pihaknya cukup mengapresiasi Pemkab Pesibar melalui Dinas Pariwisata (Dispar) yang telah berusaha keras demi suksesnya penyelenggaraan event internasional dimaksud.

Menurut dia, Pesibar akan menjadi lokasi perlombaan WSL setiap tahun. "Warga Pesibar harus terus menjaga kondisi pantainya, sehingga wisatawan dan para surfer akan berdatangan lebih banyak lagi, selain ombak kami hanya ingin pantai Pesisir Barat bersih," ungkap Tipi Jabrix yang merupakan kakak kandung artis ternama Luna Maya.


Sementara Bupati, Agus Istiqlal, menegaskan pihaknya sendiri saat ini terus menguatkan komitmen untuk membangun sektor pariwisata di Bumi Para Sai Batin dan Ulama itu dengan semaksimal mungkin. "Saya yakin Pesibar memiliki masa depan yang cerah dengan segala ketersediaan potensi yang dimilikinya," kata dia sebelum menutup kegiatan bertaraf internasional tersebut pada Kamis (20/4), yang dipusatkan di Hotel Ombak Indah, Pekon Tanjungsetia, Kecamatan Pesisir Selatan.

Ia juga berharap, Pesibar dapat terpilih sebagai venue surfing pada ASEAN Games XVIII Tahun 2018. Saat ini, Krui dan Cimaja menjadi dua kandidat utama venue surfing ASEAN Games.

Diketahui, perhelatan Krui Pro 2017 WSL QS1000 Surfing Competition telah dibuka sejak 15 April, dan diikuti peselancar dari sejumlah negara antara lain Australia, Amerika Serikat, Brazil, Selandia Baru, Yunani, Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Filipina dan Indonesia.
(eva/mfn)