PARIWISATA
H Sujadi. (lis/pin)
28/8/2017 16:27:16
423

Festival Kuda Lumping 2017 di Pringsewu

Harianlampung.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pringsewu menggelar Festival Kuda Lumping 2017, ‎ diikuti 30 grup berlangsung di Lapangan Kecamatan Banyumas.

Kegiatan yang berlangsung dua hari, Senin-Selasa (28-29/8) ‎dibuka oleh Bupati Pringsewu H.Sujadi ditandai dengan pemukulan gong, Dihadiri Asisten I  Zuhairi, beberapa kepala OPD, anggota DPRD Pringsewu Anton Subagio dan uspika Kecamatan Banyumas.

‎Kesempatan itu Bupati Sujadi mem‎beri apresiasi kepada pihak Disdikbud Kabupaten Pringsewu yang telah merealisasikan  programnya dengan menggelar festival kesenian tradisional Kuda Lumping.

Menurutnya, kesenian tradisional Kuda Lumping ini memang perlu dipertahankan dan dikembangkan lagi. Sebab di Kabupaten Pringsewu memang tidak ada potensi wisata pantai dan laut."M‎aka berbagai kesenian tradisional harus dihidupkan dan dikembangkan lagi seperti Kuda Lumping ini. Karena merupakan salah satu aset dan potensi wisata di Pringsewu,"harapnya.

Bupati Sujadi menuturkan, bahwa kesenian tradisional Kuda Lumping sebenarnya mengandung banyak falsafahnya seperti para penari atau penunggang kuda  bisa mengendalikan kudanya‎ dengan baik sesuai mengikuti lakon dan narasinya."Bahkan Kuda Lumping juga banyak makna se‎jarahnya,"ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pringsewu H. Tri Prawoto menjelaskan, ke-30 grup yang mengikuti festival Kuda Lumping berasal dari berbagai pekon (desa) se-Kabupaten Pringsewu.

Pada festival tersebut setiap grup sejumlah 10 hingga 20 orang meliputi penari dan penabuh gamelan diberi waktu sekitar15 menit dalam penampilannya."Tetapi didalam mengikuti festival ini, peserta atau penarinya tidak boleh mabuk. ‎Jika sampai mabuk maka akan terkena diskualifikasi,"jelasnya.

Tri Prawoto me‎maparkan, dalam penilaian itu pihaknya menurunkan juri yang profesional merupakan budayawan dan tokoh seni serta ahli dalam kesenian tersebut."Penilaiannya meliputi, keserasian seragam dan kekompakan antara penari dengan penabuh gamelan,"terangnya.

Kadis Dikbud H.Tri Prawoto menuturkan maksud dan tujuan festival Kuda Lumping 2017 yakni mengembangkan potensi seni dan budaya Lampung khususnya kesenian Kuda Lumping yang ada di Kabupaten Pringsewu.

Juga mencari bibit dan meningkatkan ketrampilan remaja, anak-anak ‎dan pemuda Pringsewu dalam mengembangkan bakat seni dan budaya Lampung.

"Disamping itu sebagai wadah untuk menyalurkan bakat yang dimiliki masyarakat Lampung khususnya dalam bidang kesenian. Mempopulerkan Kabupaten Pringsewu menjadi salah satu tujuan wisata," paparnya.

Tri Prawoto menambahkan, dasar penyelenggaraan yakni Peraturan Menteri Dalam Negeri No.39 tahun 2007 tentang pedoman fasilitas organisasi kemasyarakatan bidang kebudayaan, keraton dan lembaga adat dalam pelestarian dan pengembangan budaya daerah.

Peraturan Mendagri No.52 tahun ‎2007 tentang pelestarian dan pengembangan adat serta nilai sosial budaya masyarakat. Lalu peraturan bersama Mendagri dan Menbudpar No.42 tahun 2009 dan No.40 tahun 2009 tentang pedoman pelestarian kebudayaan.

Kemudian, Peraturan Daerah Provinsi Lampung No.2 tahun 2008 tentang pemeliharaan kebudayaan Lampung."Serta program kegiatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu tahun anggaran 2017 dalam rangka pengembangan keragaman budaya daerah," imbuhnya.
(lis)