POLITIK
Ilustrasi (pin/dok)
12/1/2017 16:53:53
0
62

Gunakan Pekerja Asing Ilegal, 68 Perusahaan Kena Sanksi

Harianlampung.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menemukan sedikitnya 68 perusahaan yang memperkerjakan tenaga kerja asing secara ilegal sepanjang tahun 2016. Kemenaker menjatuhkan sanksi tak hanya pada pekerja ilegal tersebut, tetapi juga perusahaan penggunanya.

Kepada pers di Jakarta, Kamis (12/01), Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kerja Kemenaker Maruli Apul Hasoloan, mengatakan, dari 68 perusahaan yang melakukan pelanggaran, didominasi oleh TKA dari China. Sementara. lebih dari 50 persen perusahaan yang melanggar itu bergerak di sektor industri kontraktor.

Maruli menuturkan, hukuman tak hanya diterapkan dengan deportasi TKA ilegal, namun juga sanksi bagi perusahaan.  Dia mengatakan ancaman pidana untuk perusahaan yang menggunakan TKA ilegal adalah penjara selama 1-4 tahun dan denda sebesar Rp100-400 juta, sesuai dengan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Salah satu soal adalah perusahaan yang tak memiliki Izin Menggunakan Tenaga Asing (IMTA). Selain itu, kata Maruli, peranan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) akan semakin ditingkatkan melalui peran pelbagai pihak macam kepolisian, ketenagakerjaan, imigrasi, dan Pemerintah Daerah.

Kemenaker sebelumnya mencatat jumlah tenaga kerja resmi asal China mencapai 19.260 orang hingga Oktober tahun lalu atau meningkat sekitar 15 persen dibandingkan dengan 2012, yang hanya mencapai 16.731 orang.

Dibandingkan dengan 4 negara lainnya, jumlah tenaga kerja hingga Oktober tahun ini masing-masing adalah Jepang (11.268 orang); Korea Selatan (7.920 orang); India (4.602 orang) dan Malaysia (3.820 orang).
(pin)
Komentar (0)
Belum ada komentar
Silakan tulis komentar Anda. Bagian yang bertanda * harus diisi