POLITIK
Lomba baca kitab kuning. (fik/pin)
13/8/2017 02:01:44
57

Ahmad Fauzi Juara Lomba Baca Kitab Kuning

Harianlampung.com - Ahmad Fauzi dari Lampung Tengah menjadi juara pertama Lomba Baca Kitab Kuning ke II yang diselenggarakan Fraksi PKS DPRD Lampung di Bandarlampung, Jumat (11/8).

Ketua Dewan Juri, Abdul Malik Ghozali mengatakan, Ahmad Fauzi menjadi juara pertama setelah menyisihkan tujuh pesaingnya dengan nilai 87,531 poin.

Delapan peserta final lomba ini berasal dari sekitar 80 peserta lomba di tingkat kota/kabupaten. Pemenang tingkat provinsi akan mewakili Lampung dalam lomba serupa di tingkat nasional dengan hadiah utama beribadah umrah.

Menurut anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung, ini sejak awal 2017 ini, Lampung Tengah menjadi juara berbagai perlombaan, antara lain sebagai Juara 2 Musabaqah Tilawatil Qur`an Tingkat Provinsi, menjuarai lomba kepala sekolah dan guru berprestasi tingkat nasional dan beberapa kejuaraan atau perlombaan lain.

Abdul Malik mengapresiasi terselenggarakannya Lomba Baca Kitab Kuning PKS ini. “Baru tahu kalau di PKS ada lomba baca kitab kuning, karena berdasarkan pengalaman, ada MTK atau Musabaqah Tilawatil Kutub yang diselenggarakan oleh Kemenag setiap dua tahun sekali di tingkat provinsi lalu nasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPW PKS Lampung, Ahmad Mufti Salim mengatakan, peserta lomba adalah mereka yang berkutat dengan ilmu agama, sehingga ke depan hadir pemuda-pemuda Lampung yang lebih saleh dan menjadi pemimpin dalam jangka menengah maupun panjang.

Menurut Mufti, lomba Baca Kitab Kuning yang dilaksanakan untuk kedua kali ini dilakukan dalam rangka melestarikan budaya Islam di nusantara.

“Selain mensyiarkan Islam, acara lomba baca kitab kuning ini dilakukan dalam rangka melestarikan budaya Islam ala Nusantara,” tutur Alumni Ponpes Krapyak Yogyakarta.

Terkait dengan siapapun yang menjadi juara dalam lomba baca kitab kuning ini, Mufti berharap akan menarik minat putra-putri Indonesia dan tentu atas supoort para orang tua agar dapat menempuh pendidikan di pesantren.
(fik/mfn)