POLITIK
Ilustrasi (pin/ist)
14/11/2017 20:13:11
73

Polda Dalami Dugaan Sawit Ilegal Di PT SUN

Harianlampung.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung  masih terus mendalami dugaan adanya kepemilikan sawit ilegal oleh PT Surya Utama Nabati (SUN) di Kabupaten Mesuji, atas ditahannya satu unit truk pengangkut buah sawit.

"Masih proses penyelidikan belum naik status penyidikan, masih dipelajari lebih lanjut," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, Komisaris Besar Aswin Sipayung, Selasa (14/11).

Menurut Aswin, satu unit truk sawit itu merupakan bentuk pengamanan, belum penyitaan. Karena masih dipelajari terlebih dahulu apakah bisa jadi barang bukti atau tidak.

"Dugaannya tidak sesuai aturan yang semestinya. Sabar, semua masih dalam proses pendalaman dan penelitian," ujarnya.

Menurut mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Papua Barat itu, sementara Polda Lampung menduga adanya proses pembelian sawit yang tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku, maka itu Polda segera melakukan pengecekan dan dilanjutkan dengan penyelidikan.

"Kronologisnya itu sawit, kami  lidik, diduga tidak sesuai dengan prosedur, masih kami dalam dan teliti, sementara yang ditahan baru satu truk itu, TKP nya memagn di Mesuji," katanya

Diketahui, Ditreskrimsus Polda Lampung melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi terkait diamankannya satu unit truk dengan muatan sekitar 7 ton sawit yang diduga illegal di PT.  Surya Utama Nabati (PT. SUN). Salah satu saksi yang dimintai keterangan yaitu karyawan PT. SUN.

Diketahui, sebelumnya Ditreskrimsus Polda Lampung mengamankan satu unit truk yang memuat sekitar 7 ton sawit yang diduga illegal di PT Surya Utama Nabati (PT. SUN).

General Manager PT. SUN, Benny Irawan ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, kamis (9/11), membenarkan Ditreskrimsus Polda Lampung telah mengamankan satu unit mobil bermuatan sawit yang diduga illegal di dalam lokasi PT. SUN.

"Benar, mobil sawit diamankan Polda Lampung di dalam lokasi pabrik (PT. SUN). Saya tidak tahu persis, infonya yang diamankan satu unit mobil bermuatan sawit. Kalau muatan sawitnya melebih batas bak truknya, muatannya sekitar 7 ton," kata Benny.

Kendati demikian, Benny menegaskan, pihaknya tidak mengetahui jika sawit tersebut illegal.

"Kami tidak tahu buahnya (sawit) legal atau illegal. Sawit tersebut masuk ke PT. SUN menggunakan Delivery Order (DO) resmi dari supllier atas nama Sumadi yang berasal dari Simpang Asahan, yang lebih dari dua tahun ini sudah bekerjasama dengan kami," katanya

Benny menjelaskan, DO resmi yang masuk ke PT. SUN harus menandatangani legalitas. Sehingga pabrik tidak menerima buah illegal."Kalau pun ada buah illegal, itu tanggungjawab supllier. Karena supllier sudah tandatangan perjanjian," ujarnya.

Direktur Ditreskrimsus Polda Lampung, Kombes Pol. Aswin Sipayung saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah memeriksa beberapa saksi terkait ini."Ada lima saksi yg telah diperiksa. Sampai saat ini perkara masih berjalan," katanya

(tom/iqb)