POLITIK
Ilustrasi (pin/ist)
14/11/2017 20:27:43
120

Kejati Tunggu Pelimpahan Tahap II Kasus Pemalsuan Ijazah Anggota DRPD Pesawaran

Harianlampung.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, masih menunggu pelimpahan tahap dua oknum anggota DPRD Kabupaten Pesawaran dari fraksi Partai NasDem, Roliansyah (51) terkait kasus pemalsuan ijazah Sarjana Strata 2.

Pelimpahan yang diagendakan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reksrimum) pada hari Selasa (14/11) pukul 09.00 WIB sampai sore pukul 16.00WIB tersangka juga belum datang ke kantor Kejati Lampung.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Lampung, Kombes Heri Sumarji saat dihubungi mengatakan, tersangka atas nama Roliansyah sudah dilimpahkan ke Kejalsaan Tinggi (Kejati) Lampung pada pukul 11.00 WIB siang.

"Sudah kami limpahkan ke Kejati pukul 11.00 WIB. Untuk masalah penahanannya, selanjutnya semuanya ada di Pihak Kejaksaan," katanya, Selasa (14/11).

Terpisah, saat ditemui di kantor Kejati Lampung Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Irfan Natakusuma mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima pelimpahan dari Polda Lampung atas kasus pemalsuan ijazah Sarjana Strata Dua (S2) yang dilakukan oknum anggota DPRD Kabupaten Pesawaran, Roliansyah

"Kami sudah kordinasi dari minggu kemarin memang akan ada pelimpahan dari Polda Lampung. Tapi kita belum terima penyidik Polda Lampung maupun tersangka yang dilimpahkan ke Kejati. Jadi kita tunggu saja sampai jam kantor selesai kemungkinan ditunda hari ini tergantung dari pihak penyidik dengan penuntut umum nya," terangnya.Untuk tersangka yang tidak koperatif, lanjutnya, pihak Kejati mempunyai pertimbangan. Artinya, pihaknya bisa saja melakukan penahanan terhadap tersangka.

"Umpamanya dari polisi saja koperatif kalau janji hari ini datang bisa saja dilanjutkan tidak ditahan. Tapi kalau kita lihat treknya seperti ini bisa saja kita khawatir nanti sidangnya susah datang atau bisa-bisa kabur. Dan yang pasti kemungkinan untuk dilakukan penahan lebih besar," tegasnya.

Ia menambahkan, berkas perkara tersebut terjadi pada tanggal 5 April 2017. Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 68 ayat (2) junto Pasal 69 ayat (1) dan ayat (2) UUD No.20 Tahun 2003 tentang pendidikan nasional dan Pasal 263 ayat 2 KUHP tentang pemalsuan.

"Untuk kerugian materialnya kan ijazah paslu, kalau 263 nya pemalsuan surat kemungkinan pemalsuan ijazah. Jadi kerugiannya bisa saja terhadap orang yang dipilih. Yang pasti kalau dia memang sudah menggunakan pemalsuan ijazah yang pasti negara sudah membayar orang yang tidak sah dan kewajibannya nanti dalam putusan harus mengembalikan berapa tahun ia menjabat dan berapa yang ia terima harus dikembalikan," tutupnya.

Diketahui, Roliansyah oknum anggota DPRD Kabupaten Pesawaran terjerat kasus pemalsuan ijazah Sarjana Strata Dua (S2) sejak tanggal 5 April 2017.

Roliansyah dilaporkan oleh Ketua Baret Partai Nasdem Kabupaten Pesawaran, terkait legalitas ijasah Pasca Sarjana Program Studi Ilmu Ekonomi yang legalitasnya tidak diakui dan tidak sah (tom/iqb)