POLITIK
Kota Baru (iqb)
22/11/2017 22:23:16
326

Ketua DPRD Dorong Infrastruktur Jalan di Kota Baru

Harianlampung.com - Ketua DPRD Provinsi Lampung Dedi Afrizal terus mendorong agar insfrastruktur jalan akses menuju Kota Baru Lampung Selatan terus dibangun oleh pemerintah Provinsi Lampung pada APBD murni 2018.

Dedi mengatakan, hal itu harus dilakukan, mengingat di lokasi tanah mantan rigester 41 telah memiliki Rumah Sakit Bandar Negara Husada (RSBNH). Hal ini sesuai dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 85 persen kondisi infrastruktur.  Untuk itu, pekerjaan utama pemrov adalah kondisi jalan.

Sedangkan untuk perkantoran, kata Dedi, pihaknya menilai baiknya digunakan setelah pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) telah selesai dibangun oleh pemerintah provinsi. "Kalau tol selesai, baru harapan kita kantor gubernur dan DPRD dan satuan kerja lainya bisa juga bertahap dibangun dan pindah ke Kota Baru," kata Dedi, Rabu (22/11).

Untuk saat ini, ucap politikus PDIP pihaknya belum bisa ngotot untuk melanjutkan pembangunanan disana. "Kan perlu biaya besar, seperti energi listrik dan lainya," katanya.

Untuk itu, pada APBD murni 2018, DPRD lebih meningkat pembangunan jalan. Pengerjaan yang dilakukan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) juga harus bermutu.

"Ya, kalau bisa di rigid beton, dibandingkan aspal, karena jika dilakukan rigid, meski tak panjang namun kualitas lama dan bagus," ucap dia.

Sedangkan untuk jumlah anggaran di Kota Baru, kata dia, pihaknya belum mengetahui, karena masih draft KUA-PPAS APBD TA 2018. "Nanti kan kan dibahas oleh Komisi IV dan dinas terkait, jadi nanti disitu bisa dilihat," kata Ketua Badan Anggaran tersebut.

Sementara Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Roni Witono mengatakan bahwa konstruksi pembangunan jalan beton (rigid pavement) akan diprioritaskan untuk ruas jalan dengan kondisi tanah dasarnya yang labil.

“Untuk ruas jalan dengan kondisi  tanah yang baik aspal tetap lebih efisien,” ujarnya

Perkerasan jalan aspal mempunyai struktur yang berbeda dengan perkerasan jalan beton (rigid pavement). Perbedaan terdapat pada susunan lapisan strukturnya. Rigid pavement mempunyai lapisan struktur yang lebih sedikit dibanding dengan flexible pavement.

Perkerasan kaku atau rigid pavement sering digunakan pada jalan yang mempunyai beban lalu lintas besar dan LHR tinggi seperti jalan tol. Ada beberapa keistimewaan mengapa jalan tol menggunakan rigid pavement yaitu lebih awet dan biaya maintenance lebih rendah dibanding menggunakan flexible pavement.

"Secara kenyamanan, pengguna jalan mengaku lebih nyaman lewat di atas jalan aspal dibanding di atas jalan beton. Jika dana nya memungkinkan pada Tahun 2018 kenapa tidak kita bangun jalan beton  di Kotabaru,” katanya

(iqb)