POLITIK
Cik Raden Kaban Pol PP memakai seragam PDIP. (fik/pin)
07/12/2017 16:23:30
281

Bergabung di PDIP, Cik Raden Diduga Langgar UU ASN

Harianlampung.com - Kepala Badan Polisi Pamong Praja (Kaban Pol PP) Bandarlampung Cik Raden diduga rangkap jabatan sebagai Birokrasi dan anggota Parpol.

Pasalnya, diketahui Cik Raden telah bergabung dengan PDIP. Sementara, saat ini dia masih menjabat sebagai Kaban Pol PP Bandarlampung.

Hal itu dibenarkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bandarlampung Saad Asnawi, saat dikonfirmasi, Kamis (7/12) bahwa Cik Raden saat ini masih aktif sebagai Kaban Pol PP Kota Bandarlampung. Meski sepengetahuan dirinya, Cik Raden akan pensiun dalam beberapa bulan ke depan.

"Saat ini masih aktif, tapi mau pensiun. Mungkin cuma hitungan bulan saja," jelas Saad (7/12).

Saad juga mengatakan, jika loyalis Herman HN tersebut sudah mengajukan surat pensiun ke BKD Pusat. Namun, dari sepengetahuan dia, surat pensiun itu belum disetujui.

"Kalau surat pensiun sudah diajukan ke pusat, tapi apakah sudah disetujui atau belum saya juga belum tahu," ujarnya.

Beredarnya beberapa foto yang menggambarkan Kasat Pol PP Kota Bandarlampunga Cik Raden yang mengenakan seragam Partai Politik PDIP, mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Dari foto yang beredar, terlihat bahwa Cik Raden mengenakan seragam partai besutan Megawati Soekarnoputri tersebut yang sedang asyik makan siang dengan sejumlah pengurus PDIP Kota Bandarlampung.

Saat dikonfirmasi, Cik Raden membenarkan jika dirinya saat ini sudah berstatus sebagai kader PDIP sejak beberapa waktu lalu. Dirinya pun menegaskan jika dirinya bergabung dengan PDIP setelah pensiun dari kepegawaian.

"Ya, saya saat ini sudah menjadi kader PDIP sejak beberapa waktu lalu. Saya juga sudah pensiun," jelasnya via telepon, Kamis (7/12).

Namun, ketika ditanya kapan waktu dia pensiun, Cik Raden tidak mau menjelaskan lebih lanjut.

"Sudah lah, intinya saya sudah pensiun dan bergabung dengan PDIP, jadi gak ada masalah," jelasnya.

Menanggapi hal ini, Akademisi Universitas Lampung Yusdianto mengaku sangat menyayangkan soal prilaku yang dilakukan Cik Raden. Sebab menurutnya, sebagai birokrasi yang sudah malang melintang selama pukuhan tahun, Cik Raden seharusnya taat akan hukum dan tahu aturan.

"Kalau memang dia (Cik Raden) belum pensiun atau memasuki masa pensiun, atau lebih tepatnya masih berstatus sebagai ASN, maka ia sudah melanggar UU nomor 5 tahun 2014 tentang kepegawaian, dan PP nomor 10. Dia juga wajib hukumnya mengembalikan seluruh tunjangan maupun gaji apabila ia benar-benar merangkap jabatan, terhitung saat ia gabung di Parpol,"  kata Yusdianto.

"Kita juga mengimbau kepada Badan pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk segera memanggil yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi," tegasnya.
(fik/iqb)