POLITIK
Maruf Amin (pin/dok)
15/12/2017 09:47:31
508

MUI Serukan Masyarakat Ikut Aksi Bela Palestina 1712

Harianlampung.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan agar seluruh elemen masyarakat lintas agama dan golongan ikut serta dalam Aksi Bela Palestina yang akan dipusatkan di Monumen Nasional, Jakarta pada Minggu (17/12).

“Kami ajak seluruh umat Islam bergabung karena yang paling bertanggung jawab. Kami juga mengajak kepada umat lain," teramh Ketua Umum MUI Maruf Amin dalam Rapat gabungan MUI dengan ormas persiapan unjuk rasa di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Kamis (14/12).

Maruf mengatakan, siapapun warga Indonesia sudah seharusnya mendukung kemerdekaan Palestina. Negara tersebut hingga saat ini belum merdeka dan menjadi satu-satunya anggota Konferensi Asia Afrika yang belum kunjung mendapatkan independensinya sebagai bangsa.

Di tempat yang sama, KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengajak setiap unsur masyarakat yang hadir dalam Aksi 1712 akhir pekan tersebut, untuk selalu menjaga niat perjuangan berada di jalan Allah. Jangan sampai ada kepentingan politik dan golongan kecuali untuk membebaskan Palestina dari belenggu penjajahan.

Aa Gym juga mengajak peserta Aksi Bela Palestina nanti untuk selalu menjaga akhlak yang baik meski para pengunjuk rasa memiliki kemarahan yang besar terhadap AS dan Israel yang berlaku tidak adil terhadap Palestina.

Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid itu juga menyerukan agar peserta aksi unjuk rasa untuk selalu menjaga ketertiban dan menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta memungut sampah di sekitar lokasi demonstrasi.

“Meski kita marah tapi akhlakul karimah adalah senjata kita. Kita berikan akhlak terbaik sehingga kemarahan tidak berbuah kekasaran," katanya.

Isu palestina kembali mengemuka, setelah  pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang secara sepihak mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel.

Tindakan Trump tersebut memicu reaksi banyak masyarakat dunia karena isu soal Jerusalem sangat sensitif, terlebih pengakuannya itu ilegal karena melawan rekomendasi Persatuan Bangsa-bangsa.
(pin)