POLITIK
Ilustrasi (pin/dok)
12/1/2018 15:52:39
143

Hingga Februari, BPBD Pasang Status Siaga

Harianlampung.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung, pasang status siaga pada bulan Januari-hingga Februari 2018. BPBD pun menghimbau kepada warga, untuk berperan aktif dalam menanggulangi bencana seperti banjir pada musim penghujan

“Kami telah mempersiapkan akan datangnya musim hujan dengan curah yang tinggi, hal tersebut saya katakan karena kami telah melakukan upaya untuk meminimalisir potensi terjadinya bencana alam,” ujar Kabid Kesiap Siagaan, BPBD Kota Bandarlampung, M Rizky, saat dihubungi Jumat (12/1).

Ia juga memaparkan daerah-daerah rawan yang ada di Kota Tapis Berseri, dan jua meminta warga untuk tidak membuang sampah di bantaran kali ataupun seloka, lantaran dapat menimbulkan banjir.

“Pada bulan Januari hingga Februari, kami pasang status siaga. Dan kami siap selama 24 jam. Tempat rawan banjir masih seperti ditahun sebelumnya, seperti Kecamatan, Telukbetung Barat, Telukbetungtimur, Bumiwaras, Panjang, serta tempat-tempat yang dekat dengan sungai dan laut,” kata dia.

Dari hal tersebut, lanjut dia, BPBD meminta warga untuk turut berpartisipasi dalam menangani bencana di musim penghujan. “Jangan buang sampah sembarangan, nanti yang rugi kan kita bersama,” tuturnya.

Kalau pun, nantinya saat curah huajn tinggi hingga menyebabkan bencana alam, M Rizki meminta sesegera untuk dapat melaporkan hal tersebut ke BPBD Bandarlampung, dengan cara menghubungi nomor telepon 0721252741.

Terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Lampung, memprediksi 5 hingga 7 hari kedepan, wilayah Kota Bandarlampung akan diguyur hujan dengan curah sedang hingga tinggi.

Hal tersebut dikatakan Kepala Seksi Data BMKG Lampung Herianto.  "Iya lima sampai tujuh hari kedepan,  wilayah Kota Bandarlampung akan diguyur hujan dengan curah sedang yang cukup tinggi," kata dia.

Bahkan, BMKG pun memprediksi curah hujan yang ditinggi di wilayah Kota Bandarlampung berpotensi menjadi bencana alam seperti banjir dan tanah langsor.

"Iya mas,  kami memprediksi dengan adanya hal tersebut berpotensi terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor," pungkasnya.
(pin)