POLITIK
Arief Budiman (pin/dok)
12/1/2018 16:28:13
338

Putusan MK soal Diverifikasi Faktual Bikin KPU Kerepotan

Harianlampung.com - Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) masih terus melakukan kajian untuk melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan verifikasi faktual terhadap seluruh parpol yang akan menjadi peserta pemilu 2019. KPU khawatir waktu yang tersedia untuk verifikasi faktual tidak mencukupi.

Dikatakan Ketua KPU Arief Budiman, pelaksanaan putusan MK akan berimplikasi terhadap ketentuan lain dalam Undang-undang Pemilu.

“KPU tidak mau tindak lanjut itu ternyata membuat implikasi hukum yang lain, yang kalau itu disengketakan, kemudian KPU bisa salah," kata Arief kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (12/01).

Dikatakan Arief, Pasal 178 (2) Undang-undang Pemilu memerintahkan KPU untuk menetapkan partai politik peserta pemilu 14 bulan sebelum pemungutan suara. Artinya, KPU harus mengumumkan parpol peserta pemilu 2019 pada 17 Februari 2018.

Dengan adanya putusan MK soal verifikasi faktual, dimana parpol peserta pemilu 2014 pun wajib diverifikasi, KPU membutuhkan waktu lebih untuk tahapan verifikasi faktual. “Kalau KPU tidak mampu menetapkan pada 17 Februari, atau melampaui, apa yang kemudian terjadi?" ucap Arief.

Ia mengatakan, setelah putusan MK pada Kamis (01/11), KPU langsung menggelar rapat pleno pimpinan di malam harinya. Arief juga mengatakan telah memerintah tim kesekjenan untuk membuat kajian untuk melaksanakan putusan MK tersebut.

“Apa yang harus kita siapkan. Personel kita siap tidak melaksanakan itu? Tahapan kita masih cukup waktu, atau diformulasi ulang tidak seperti normal yang kita kerjakan," katanya.

Hari ini KPU meminta masukan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum RI (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait putusan MK tersebut.

"Kalau eksekusi putusan MK itu berimplikasi terhadap tidak mampu dijalankannya pasal-pasal lain, maka kami akan konsultasi dengan pembuat Undang-undang. Sudah dijadwalkan Senin besok kita rapat dengan pembuat Undang-undang," tandas Arief.
(pin)