POLITIK
Kabag Tapem Pesibar, Edwin Kastolani (pin)
17/1/2018 18:05:06
614

Pesibar Siap Pemekaran Pekon Baru

Harianlampung.com - Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat mulai mempersiapkan verifikasi berkas usulan pemekaran pekon yang masuk sejak Tahun 2017. Tercatat empat Kecamatan dengan 11 Pekon induk yang mengusulkan untuk dimekarkan menjadi 18 Pekon baru

Disampaikan,  Kepala Bagian (Kabag) Tapem, Edwin Kastolani,  kepada HarianLampung. Com,  menyampaikan pada Tahun 2018, Pemkab Pesisir Barat melalui bagian Tapem sudah menerima berkas pengajuan pemekaran pekon dari Empat kecamatan dengan mengusulkan 11 pekon induk untuk dimekarkan menjadi 18 pekon baru. 

Empat kecamatan tersebut yakni Kecamatan Lemong yang mengusulkan Pekon Pagar Dalam, Untuk dimekarkan menjadi satu yakni Pekon Way Kerkak,  Pekon Penengahan mekar jadi Pekon Sukamulya,  Pekon Malaya menjadi Pekon Batu Bulan,  Kecamatan Karyapenggawa yakni Pekon Waysindi menjadi Pekon Kota Tengah, Pekon Penengahan menjadi dua pekon yakni Pekon Penengahan Ulu dan Pekon Penengahan Ilir,  Pekon Penggawa V Ulu menjadi Pekon Penggawa V Ulu Utara,  Kecamatan Bangkunat yakni Pekon Wayharu dimekarkan menjadi Pekon Waynebak dan Pekon Pengekahan,  Pekon Bandar Dalam menjadi Pekon Way Salui dan Pekon Way Campang,  Kecamatan Pesisir Pesisir Selatan yakni Pekon Tanjung Setia dimekarkan menjadi Pekon Bumi Agung,  Pekon Wayjambu dimekarkan menjadi Pekon Kutaraja,  Pekon Marang dimekarkan menjadi lima Pekon yakni Pekon Khuta Besi,  Pekon Kunyaian Agung,  Pekon Cahyaratu,  Pekon Khakhang Padung dan Pekon Cukuh Bunjak. 

"Saat ini tim verifikasi persiapan pemekaran pekon yang sudah di SK kan oleh Bupati Pesisir Barat terdiri dari Sekda Pesisir Barat, Asisten Bidang Pemerintahan, Staf Ahli Bupati,  beberapa kepala dinas terkait serta Kabag Tapem. Tim ini sudah mulai melakukan verifikasi berkas berdasarkan usulan yang masuk, " jelas Edwin,  diruang kerjanya,  Rabu (17/1).

Terkait peraturan Kemendagri nomor 1 Tahun 2017 pada Pasal 7 tentang Pembentukan Desa harus memenuhi syarat, yakni batas usia induk paling sedikit 5 (lima) tahun terhitung sejak pembentukan; jumlah penduduk,  untuk wilayah jawa paling sedikit 6.000 (enam ribu) jiwa atau 1.200 (seribu dua ratus) kepala keluarga; Untuk wilayah Sumatera paling sedikit 4.000 (empat ribu) jiwa atau 800 (delapan ratus) kepala keluarga.

"Memang masih terkendala dengan jumlah penduduk,  sehingga dalam waktu dekat pihak Pemkab akan melakukan koordinasi ke Kemendagri untuk mengajukan permohonan untuk maksimal jumlah penduduk bagi pekon yang mengajukan pemekaran dengan mempertimbangkan jumlah wilayah dan adat istiadat dari pekon yang akan dimekarkan.  Sedangkan untuk syarat lainnya seperti luas wilayah serta potensi tidak ada kendala," paparnya. 

Tim verifikasi, selanjutnya akan menyeleksi usulan dari empat kecamatan untuk melihat apakah 11 pekon yang diusulkan untuk dimekarkan memenuhi syarat atau tidak. Dari 11 Pekon yang diajukan untuk dimekarkan menjadi 18 Pekon baru sehingga satu Pekon induk diajukan menjadi satu hingga lebih menjadi pekon baru. 

"Jika berkas pengajuan layak atau tidaknya pekon itu dimekarkan,  tim baru mengajukan ke Provinsi dilanjutkan ke Pemerintah pusat, setelah itu baru bisa ditetapkan sebagai Pekon Persiapan selama dua tahun lama dengan adminstrasi pekon masih ditanggung oleh pekon induk, baru setelah menjadi pekon persiapan selama dua tahun baru bisa melakukan pemilihan peratin definitip.," pungkas Edwin.
(eva/iqb)