POLITIK
Ilustrasi (pin)
20/3/2018 21:33:33
118

Disbuntanak Lampung Berikan Pendampingan Pasca Panen

Harianlampung.com - Pendampingan kepada petani terutama di pasca panen sangat berperan terhadap nilai tambah hasil pertanian. Menyikapinya, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung berupaya melakukan pendampingan sejak hulu sampai hilir.

“Kami terus melakukan melakukan rehabilitasi atau penggantian bibit baru untuk tanaman tua, dan juga pemberian bantuan pupuk (intensifikasi). Termasuk sosialisasi pasca panen kepada para petani,” kata Dessy Romas, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung usai pembukaan Musrenbang di Hotel Arnes, Selasa (20/03)

Ia mencontohkan, saat ini kualitas bibit sudah tergolong bagus, begitu pun dengan ketersediaan pupuk. Hal tersebut perlu didukung dengan cara panen yang baik agar, karena hasilnya optimal.

“Untuk mendapatkan kopi dengan kualitas bagus, maka kita ajarkan juga panen hingga packing. Sehingga petani mendapatkan nilai tambah,” katanya

Sementara Asisten I Pemprov Lampung, Hery Sulianto mengatakan, setiap daerah di Lampung harus fokus peningkatan potensi perkebunan di daerah masing-masing. Misalnya Pesawaran penghasil kakao, Lampung Barat penghasil kopi robusta, dan Lamtim penghasil Lada.

“Kami minta tiap daerah tentukan produk unggulannya lalu fokus mengembangkan itu. Sekarang ini jangan terlalu banyak yang ditonjolin, satu saja tapi fokus, sehingga kalau nanti ada tamu dari luar, apa yang dibutuhkan, bisa langsung kita bawa ke lokasinya,” kata Hery.

Setiap produk unggulan itu, sambung dia juga harus dikelola dengan baik. Ia mencontohkan, tanaman kakao bisa diolah menjadi makanan ringan hingga jadi permen untuk menambah pendapatan warga setempat.

Dijelaskannya, di tahun 2019 mendatang Lampung menjadi salah satu daerah yang ikut mengemban amanah dari Kemeterian Pertanian dalam pemenuhan target pangan nasional, yakni tebu 3,80 juta ton, daging sapi 0,75 juta ton, kelapa 3,49 juta ton, karet, 3,81 juta ton dan biji kopi kering 0,78 ton.

Kemudian pengadaan pengembangan lahan kopi 16.400 ha, karet 5.800 ha, kelapa 28.000 ha, tebu 16.000 ha dan pengadaan alat mesin pertanian 56 ribu unit.  

(hba)