POLITIK
Arwani Thomafi (dok)
15/4/2018 16:29:43
804

Pemerintah Tak Hadir, RUU Minol Gagal Dibahas

Harianlampung.com - Rencana pembahasan judul RUU Larangan Minuman Beralkohol (RUU Minol) yang dijadwalkan pekan ini gagal dilaksanakan. Pemerintah berkirim surat ke Pansus untuk tidak bisa menghadiri rapat panitia kerja (panja). Ada indikasi kuat untuk menggagalkan pengesahan RUU Minol.

Hal itu diungkapkan Ketua Pansus RUU Minol, Arwani Thomafi  melalui keterangannya, Minggu (15/4).

Arwani menilai kondisi ini seperti menjadi pola di Pansus RUU Minol. Rapat Pansus maupun Panja seringnya tidak memenuhi kuorum peserta rapat, entah dari pihak pemerintah yang tidak hadir atau dari fraksi-fraksi di DPR yang tidak hadir,” ungkapnya.

Menurut Arwani, sebagai Ketua Pansus melihat hal ini bukan hal yang normal dan wajar. Ada indikasi kuat untuk mengagalkan pengesahan RUU Larangan Minuman Beralkohol ini," tegas Ketua Pansus RUU Minol, Minggu (15/4).

Menurut dia, RUU Minol merupakan RUU inisiatif Fraksi PPP, sejak tahun 2015 memang tercium aroma tangan-tangan tak tampak (invisible hand) untuk memandulkan kerja Pansus. Target akhirnya agar tidak pernah ada UU Larangan Minuman Beralkohol.

"Kami mengajak fraksi-fraksi yang selama ini seolah peduli dengan persoalan keumatan agar dibuktikan dengan komitmen kehadirannya dalam rapat-rapat Pansus maupun Panja RUU Larangan Minuman Beralkohol," pinta Arwani.

Fraksi PPP, lanjut Arwani seperti yang dilansir Kantor Berita RMOLLampung, masih optimistis dan terus memperjuangkan keberadaan RUU Minol untuk segera disahkan bersama Presiden.

"Komitmen Presiden Jokowi yang tegas dan terang dalam kebijakan pro rakyat,  semestinya juga diikuti oleh para pembantunya khususnya yang terkait dengan pembahasan RUU Larangan Minuman Beralkohol ini untuk komitmen hadir dalam setiap rapat-rapat di Pansus," jelasnya.

Sejumlah peristiwa yang terjadi belakangan ini di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat akibat miras oplosan sedikitnya menewaskan 82 jiwa semestinya dapat mengetuk nurani pihak-pihak yang memiliki kaitan dalam pembahasan RUU Larangan Minuman Beralkohol ini.

"Mari kita segerakan pembahasan dan menuntaskan hal-hal krusial di RUU ini," pintanya lagi.
(pin)