POLITIK
Ilustrasi (pin)
22/5/2018 22:22:27
660

Bawaslu Gelar Eskpose Pelanggaran Pilkada

Harianlampung.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung mendalami  tindak pembagian selebaran kebencian dalam Pilgub Lampung.

Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Fatikhatul Khoiriah mengatakan ujaran kebencian, penghasutan,  dan fitnah terhadap satu pasang calon merupakan pelanggaran dalam Pilkada.

“Ada salah satu Paslon yang diduga menyebarkan selebaran yang bernada demikian untuk menyerang paslon lain. Kasusnya masuk ke penyidikan selama 14 hari ke depan. Bawaslu lantas akan membahas kelayakannya untuk naik ke persidangan,” katanya dalam rakor pengawasan pilkada serentak tahun 2018 di Hotel Bukit Randu, Selasa (22/05).

Bawaslu juga tengah memantau sejumlah kasus pelanggaran lain. Menurut Fatikhatul ada tujuh kasus yang tengah ditangani. Selain ujaran kebencian, pemberian uang dan barang kepada massa kampanye juga menjadi sorotan.

Salah satu tim kampanye Paslon Gubernur, terekam kamera tengah membagikan uang kepada massa kampanye. Hasil pendalaman Bawaslu, massa kampanye menerima uang senilai seratus ribu rupiah.

“Uang itu katanya untuk ongkos pulang,” ujarnya.

Pelanggaran dengan pengerahan kepala desa juga ditemukan. Tercatat hal ini terjadi sebanya tiga kasus di Tanggamus. Satu kasus sudah memasuki persidangan, sementara dua sisanya masih dalam proses penyelidikan.

Bawaslu, kata Fatikhatul juga mendalami pengerusakan  dan pelanggaran penggunaan alat peraga. Terakhir adalah dugaan mobilisisasi pelajar dalam kampanye Paslon nomor urut 1.

“Hasil penyelidikan benar ada pemberian kaos dari Kepsek, namun tidak ada instruksi lanjutan kepada siswa. Statusnya tidak dapat ditindak secara pidana,” katanya

(hba)