POLITIK
Ketua Panwaslu Lampung Timur (pin)
19/6/2018 12:33:31
611

Gakkumdu: Pengaduan Soal "Mata Sipit" Tak Cukup Unsur

Harianlampung.com - Panwaslu Lampung Timur akhirnya menghentikan penyelidikan atas laporan dugaan ujaran kebencian yang dilakukan petahana M. Rhidho Ficardo.

Cagub Ridho dilaporkan Junaidi (43), warga, terkait istilah "mata sipit" saat kampanye di Sukadana, Senin (4/6/18). Dia dua kali mangkir dipanggil Panwaslu Lampung Timur.

Sampai akhirnya, Ketua Panwaslu Lampung Timur Lailatul Khoiriyah mengkaji persoalan ini bersama jaksa dan aparat penegak hukum lainnya, Kamis (14/6/18).

Hasil kajiannya, laporan pengaduan soal "mata sipit" tidak memenuhi syarat materil pelaporan, tidak memenuhi unsur, kata Koordinator Sentra Gakkumdu, Lailatul Khoiriyah.

Ridho sempat menegaskan kembali soal istilah "mata sipi". Dia tidak menyoal ras, tapi menunjuk seseorang yang bisa "menggangg" demokrasi Lampung, khususnya Pilgub Lampung.

Seorang anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Demokrat Hartarto Lojaya mengungkapkan, mata sipit yang disampaikan calon petahana tidak bermaksud rasis. Ungkapan ini, tidak ditujukan kepada semua kaum Tionghoa.

Pasalnya, hubungan warga Tionghoa dan Ridho selama ini baik. Bukan maksud Ridho untuk rasis. Hubungan Ridho dengan warga Tionghoa selama ini cukup baik, gak usah dibesar-besarkan,” katanya.
(iqb)