POLITIK
Sidang Majelis TSM (iqb/pin)
12/7/2018 22:38:54
563

Majelis Harus Buktikan TSM Paslon Arinal-Nunik

Harianlampung.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva, meminta Majelis Persidangan Pelangaran Pilkada Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM) untuk membuktikan hubungan pemberian uang dengan Paslon Gubernur Pemenang Pilkada, Arinal - Nunik.

Hamdan yang menjadi saksi ahli pasangan calon gubernur Arinal-Nunik mengatakan majelis tak boleh menduga-duga hubungan pemberian uang yang dilakukan oleh tim relawan dengan Paslon Gubernur Arinal-Nunik.

"Tindakan relawan yang memberikan uang, tanpa perintah paslon, tak bisa dinilai pelanggaran terstruktur sistemik dan masif," katanya dalam sidang majelis TSM, Kamis (12/7)

Mantan pengurus Partai Bulan Bintang itu lantas mencontohkan kasus pada Provinsi Gorontalo, dimana ASN melakukan politik uang.

Ia memaparkan di persidangan MK, salah seorang ASN setempat mengaku diperintah pasangan yang menang.

"Setelah penelusuran, ternyata diperintah pasangan calon yang kalah," katanya

Menyikapinya, putusan hukum tak boleh menduga-duga. Ia mengajak majelis memahami keberadaan peluang bahwa ada peluang, pemberian uang tak didasari oleh pasangan Arinal-Nunik.

"Kalau tak ada perintah ini bukan TSM. Jangan sampai perbuatan orang lain, menjadikan orang yang tak berkaitan malah dihukum. Jadi buktikan, jangan menduga-duga,"katanya

Pendapat ini langsung dibantah, oleh tim hukum Paslon Gubernur Nomor 2, Herman HN-Sutono, Resmen Kadafi.

"Hanya orang gila yang mau membagi-bagikan uang untuk paslon yang tidak dikenalnya. Di Lampung, di tengah situasi ekonomi sulit bahkan tukang sayur saja ikut membagi uang," katanya

Resmen, mengatakan posisi paslon Arinal-Nunik pada H-17, jelang pemilihan dalam sejumlah lembaga survei masih berada di posisi ketiga dengan kemungkinan raihan suara, 20 persen.

"Bagaimana bisa raihannya melonjak 20 persen, jika tidak membagikan uang," katanya.
(iqb)