POLITIK
Kadinsos Sumarju Saeni pada Bimtek WKSBM (her/pin)
13/7/2018 10:02:50
659

Bimtek WKSBM Tingkatkan Peran Positif Masyarakat

Harianlampung.com - Proses pergeseran paradigma pembangunan Nasional mempengaruhi pola pembangunan kesejahteraan sosial, yang memberikan peran kepada masyarakat sebagai pelaku utama dalam pembangunan dan harus  diikuti dengan komitmen politik melalui penerapan otonomi daerah (Otda).

Selain itu juga harus dibuktikan dengan meletakkan kewenangan dan tanggung jawab penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan pada daerah Kabupaten/Kota.

Beranjak dari perspektif tersebut maka persoalan menyangkut kepentingan masyarakat secara signifikan harus menjadi tanggungjawab pemerintah daerah, yang tentunya membawa konsekwensi dimana masyarakat bukan lagi menjadi objek program melainkan telah berubah menjadi subjek dari pembangunan.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni saat acara Bimtek Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM), Kamis ( 12/07) di Hotel Urban Pringsewu.

Sumarju menegaskan dihadapan  20 orang peserta Bimbingan Teknis (bimtek)  bahwa Pemerintah provinsi (Pemprov) Lampung mendorong tumbuh dan berkembangnya peranan organisasi sosial masyarakat untuk mengatasi permasalahan sosial, termasuk meningkatnya jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dilingkungannya, jelaa Sumarju Saeni.

Karena itu lanjut Sumarju, masyarakat sebagai bagian dari suatu sistem, memerlukan penguatan struktur dan fungsi sebagai pranata sosial, untuk mempertajam partisipasi masyarakat ke depan, dengan strategi merujuk kepada pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berada pada Organisasi Sosial Lokal (OSL) adalah salah satu bentuk yang relevan sebagai alternatif prioritas dengan istilah Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM), urai dia.

WKSBM adalah sistem kerja sama antar keperangkatan pelayanan sosial masyarakat dalam bentuk usaha kelompok maupun lembaga dan jaringan pendukungnya,   misalnya Kelompok Usaha Ekonomis Produktif (KUEP), kelompok Pengajian, gabungan kelompok tani, RT, RW, dasa wisma dan  masih banyak lagi,  baik yang tumbuh melalui proses alamiah dan tradisional maupun lembaga yang sengaja dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat, beber dia.

Sehingga nantinya,  dapat menumbuhkan sinergi lokal dalam pelaksanaan tugas di bidang usaha kesejahteraan sosial.

Menurut Sumarju, dengan WKSBM tersebut maka, masyarakat dapat mencegah timbulnya masalah sosial baru dan mengatasi permasalahan sosial yang sudah ada. Karena pada dasarnya masyarakat setempatlah yang paham betul dengan masalah sosial di sekitarnya, terang Sumarju Saeni.

"Budaya gotong royong sangatlah ampuh untuk mengatasi masalah sosial,sebagai contoh permasalahan rumah tidak layak huni bisa diatasi dengan pola arisan rumah, penyantunan fakir miskin dapat diatasi dengan pola jimpitan beras" tandas dia.

Bimtek WKSBM yang diikuti oleh perwakilan PKK, PSM, Gapoktan, Tokoh masyarakat dan Tokoh agama dari Kabupaten Pringsewu, Pesawaran dan Tanggamus berjalan lancar dan tampak antusias yang juga diikuti kelompok masyarakat sekitar.
(her)