POLITIK
Pelatihan manajemen PTPN VII (her/pin)
25/9/2018 20:40:41
565

PTPN VII Gelar Pelatihan Bagi Agen Manajemen Risiko

Harianlampung.com - Guna memperkaya pengetahuan karyawan, Bagian Manajemen Kinerja Korporasi (MKK) PTPN VII mengadakan pelatihan kepada agen manajemen resiko dari Kantor Direksi dan Unit Kerja PTPN VII.

Pelatihan ini dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama dilaksanakan di Bengkulu diikuti Unit Kebun Pagar Alam, Senabing, Ketahun, Talopino, Padang Plawi dan Distrik Bengkulu, pada 18 September 2018.

Tahap kedua dilaksanakan pada 19 September 2018, diikuti seluruh unit yang ada di Sumatera Selatan yakni, Unit Betung, Talangsawit, Bentayan, Betungkrawo, Sungailengi, Suni, Musilandas, Tebenan, Beringin, Baturaja, Cintamanis dan Kantor SSL dilaksanakan di Kantor Perwakilan Sumatera Selatan.

Tahap ketiga khusus untuk wilayah lampung dilaksanakan di Gedung Pertemuan Kantor Direksi, Selasa (25/9) diikuti seluruh unit wilayah Lampung, Distrik Bungamayang dan Bagian Kantor Direksi.

Kepala Bagian (Kabag) MKK Vedy Pudiansyah mengatakan, pelatihan manajemen resiko di dunia usaha ini sangat penting, terlebih cepat sekali perubahan manajemen dalam dunia usaha. Semakin kompleksnya resiko bisnis yang dihadapi oleh perusahaan disebabkan semakin pesatnya perkembangan lingkungan internal dan eksternal perusahaan.

Sebagai contoh bila Negara Amerika Serikat mengalami krisis keuangan, maka akan berdampak pada Negara berkembang.

Mengapa Negara maju dapat bertahan dalam kondisi saat ini, karena SDM, budaya dan teknologi pemerintahnya melindungi dunia usaha.

Untuk itu,  Vedy panggilan akrab bagi Kabag MKK mengatakan penerapan manajemen resiko secara terstruktur dan terintegrasi perlu dilakukan oleh perusahaan agar mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan bisnis. Jika dapat dilaksanakan dengan baik, maka manajemen risiko menjadi kekuatan vital bagi corporate governance, sehingga merupakan hal mendesak yang harus diterapkan perusahaan.

Menurutnya, kondisi perusahaan PTPN VII saat ini sudah mulai menunjukkan kebaikan. Artinya Direksi telah menerapkan jalannya perusahaan pada relnya untuk menuju kebangkitan PTPN VII.  Di PTPN VII menajeman risiko saat ini mengacu kepada ISO 3100-2018 .
(her)