POLITIK
Sumarju Saeni Kadinsos Lampung (her/pin)
11/10/2018 14:28:31
592

Sakti Peksos Sebagai Pelaksana Perlindungan Sosial Anak

Harianlampung.com - Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) merupakan petugas kemanusiaan di bidang pekerjaan sosial anak dengan ketetapkan  Kementerian Sosial (Kemensos) RI dalam status kerja kontrak karya terhadap Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak.

Sakti Peksos juga merupakan pelaksana langsung dari program-program perlindungan sosial anak dilapangan. Para Sakti Peksos memiliki peran sebagai pendampingan sosial dalam rangka perlindungan sosial anak atau permasalahan anak.

Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI menugaskan Sakti Peksos dalam pendampingan penyelesaian permasalahan anak meliputi Pendampingan, Penguatan Lembaga Perlindungan Anak, dan penguatan masyarakat dalam Perlindungan anak serta respon kasus atas permasalahan kasus anak. Dan Supervisor berperan sebagai suport para Sakti Peksos dalam memberikan pelayanan perlindungan sosial anak. Selain itu supervisor  bertugas dibidang administrasi, edukasi dan sportivikasi.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Lampung Sumarju Saeni , Kamis (11/10) di ruang kerjanya.

Menurutnya, jumlah personil Sakti Peksos saat ini ada 26 orang yang ditugaskan tersebar di 15 Kabupaten/Kota Provinsi Lampung. Sakti Peksos direkrut oleh Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI, kata dia.

Kiprah kerja Sakti Peksos di Provinsi Lampung kata Sumarju Saeni, sejak Januari hingga Agustus 2018 cukup banyak dirasakan manfaatnya, antara lain dalam hal pendampingan kesejahteraan sosial anak  dan telah dilaksanakan berjumlah 158 kegiatan penguatan kapasitas anak bekerjasama dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dan Save The Children, tambah dia.

Disamping itu, lanjut Sumarju Saeni, penguatan kapasitas keluarga sebanyak 326 kegiatan. Sedangkan Pendampingan terhadap Lembaga Kesejahteraan Anak dalam panti 35 LKSA dan diluar panti tersapat sebanyak 17 LKSA.

" Sakti Peksos  berkewajiban  melakukan respon kasus khususnya terhadap anak," kata Sumarju Saeni.

Dia menambahkan bahwa, sejak Januari hingga Agustus telah melakukan pendampingan terhadap 277 anak yang bermasalah hukum, seperti, pencabulan sebanyak 95 kasus, pencurian sebanyak 72 dan perkosaan sebanyak 51 kasus, terang dia.

Sedangkan kasus lainnya seperti penganiayaan, perjudian, penelantaran, dan lainnya, kata dia.

Sementara, supervisor Sakti Peksos Provinsi Lampung, M.Khayuridlo  mengatakan bahwa pendampingan yang dilaksanakan sakti peksos terhadap anak antara lain anak sebagai korban sebanyak 151 (54%), anak sebagai pelaku 41 (15%), anak sebagai saksi sebanyak 63 (23%) dan anak yang berhadapan dengan hukum sebanyak 22 (8%), kata dia.

Menurut Ridlo berdasarkan jenis kelamin hasil respon kasus terungkap sebanyak 117 (42%) anak laki-laki sedangkan perempuan sebanyak 160 (58%). Sedangkan berdasarkan usia kasus anak paling banyak yakni usia 12 hingga 16 tahun yakni sebanyak 120 anak, disusul dengan remaja akhir (17 th keatas) sebanyak 95 anak.

Sedangkan berdasarkan tingkat pendidikan terungkap sebanyaku 98 anak SLTA, 75 anak SLTP dan 42 anak SD, 21 belum sekolah serta PAUD/TK sebanyak 14 anak. Dan sisanya oleh anak yang belum pernah sekolah, pungkasnya.
(her)