POLITIK
Yanuar Irawan Komisi V DPRD Lampung.(nti/pin)
07/5/2019 23:00:03
603

Komisi V DPRD Lampung Minta Soal Vedeo Remix Siswa SD Harus Dilihat Objektif

Harianlampung.com - Anggota Komisi V DPRD Lampung,Yanuar Irawan meminta agar kejadian atas viralnya video joget remix siswa SDN 1 Padang Cahya, Kecamatan Balik Bukit Liwa Lampung Barat,secara bijak harus dilihat secara objektif.

Menurut Yanuar Irawan , dirinya telah menayakan langsung kepada panitia dan masyarat di sana (Liwa) bahwa kejadian itu ada human error (kelalaian manusia) setelah acara itu selesai dalam kondisi saat bersih-bersih ada guru honor menyanyi dalam misi hiburan sejenak, tidak tahu karena terbiasa atau bagaimana  tukang orgen  langsung menyetel musik remix itu, kemudian anak-anak ikut bergoyang, tadinya hanya satu dua orang karena melihat temanya dalam suasana ceria jadilah pada ikut semua dan ternyata ada yang memvidiokan sehingga menjadi viral, ini faktanya, ujar Yanuar Irawan.

"Kemarin saya sudah berkordinasi dengan Bupati Lampung Barat, kejadian ini harus dilihat secara objektif, kita tau mungkin sudah banyak prestasi yang diraih oleh siswa tentu dengan bimbingan guru, kepala sekokah serta pihak lainya masa ia , karena nila setitik rusak susu sebelanga` tapi jika ini menjadi bahan evaluasi saya sepakat," kata politisi fraksi PDIP Yanuar Irawan, Selasa (07/5/).

Kata Yanuar Irawan, kemarin juga Dinas Pendidikan dan Sekda sudah mengambil langkah, tapi kepala sekolah sudah inisiatif sendiri mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggung jawaban beliau, dan ini menjadi bahan pelajaran kedepan, toh ini semua sudah terjadi, tidak bisa di salahkan satu pihak saja karena kita paling gampang menyalahkan orang tapi kita harus  introfeksi diri, dilihatnya harus secara objektif.

" Tinggal kita tunggu saja keputusanannya nanti  seperti apa  dari dinas Pendidikan Lampung Barat, tapi saya tidak  mau mereka mengambil keputusan  dengan tekanan-tekan atau isu dari pemberitaan karena jika nanti gurunya di ganti tidak ada  jaminan apakah lebih baik atau tidak, paling tidak dengan kejadian ini tidak hanya sekolah di Lampung Barat saja tapi semua sekolah adalah tanggung jawab kita semua,"tandasnya.
(nti/her)