POLITIK
Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay.(her/pin)
03/11/2019 21:28:53
596

Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay Ajak Generasi Muda Maknai Hari Pahlawan

Harianlampung.com - Sejatinya kita sebagai bangsa Indonesia tahu bahwa setiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Namun, masih sedikit yang mengetahui apa yang melatarbelakangi ditetapkannya tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Demikian dikatakan Ketua DPRD Provinsi Lampung saat dikonfirmasi terkait memaknai peringatan hari Pahlawan, Senin (4/11).

Menurut Mingrum Gumay, hari Pahlawan menjadi hari ketika bangsa Indonesia mengenang pengorbanan dan jasa para pahlawan yang telah rela mengorbankan jiwa, tenaga, harta, hingga tumpah darahnya untuk melawan para penjajah di Bumi Pertiwi ini. Mereka bertempur dengan mengorbankan nyawanya di medan perang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Maka, untuk memperingati Pertempuran Surabaya yang terjadi pada tahun 1945 silam, di mana para tentara dan milisi Indonesia yang pro kemerdekaan berperang melawan tentara Britania Raya dan Belanda yang merupakan bagian dari Revolusi Nasional Indonesia,kala itu.

Dahulu, peristiwa hebat yang berlangsung di Surabawa ini karena satu konfrontasi pada arek Suroboyo (anak Surabaya) melawan serdadu NICA yang dipelopori oleh Belanda.  Saat itu di Hotel Yamato, Surabaya, masyarakat Belanda yang dipimpin oleh Mr. Ploegman mengibarkan bendera Belanda yang berwarna Merah Putih Biru di puncak Hotel Yamato.

Hal tersebutlah yang lantas membuat amarah warga Surabaya memuncak karena dinilai telah menghina kedaulatan bangsa Indonesia serta kemerdekaan Indonesia yang sudah diproklamirkan beberapa bulan lalu yaitu pada 17 Agustus 1945.

Peristiwa ini membuat sebagian pemuda Surabaya bertindak tegas dengan langsung menaiki hotel dan merobek warna biru pada bendera Belanda sehingga yang tersisa hanyalah warna Merah dan Putih, yang merupakan warna bendera Indonesia. Peristiwa ini terjadi pada 27 Oktober yang melatarbelakangi pertempuran 10 November tersebut.

Pada tanggal 27 Oktober 1945, terjadi perang antara warna Indonesia dengan tentara Inggris. Beberapa serangan kecil yang perlahan menjadi besar hampir membuat para tentara Inggris tersebut lumpuh.

Hari demi hari perlahan mulai reda usai dilaksanakannya penandatanganan gencatan senjata pada 29 Oktober. Tetapi setelah penandatanganan itu pun bentrokan sejata masih terjadi. Puncak dari bentrokan tersebut terjadi saat pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur, yaitu Brigadir Jenderal Mallaby terbunuh. Mobil yang dinaikinya berpapasan dengan kelompok milisi dari Indonesia. Karena kesalahpahaman ini, terjadilah baku tempak yang kemudian membuat Brigadir Jenderal Mallaby tewas.

Kemudian pada pagi hari di tanggal 10 November, tentara Inggris melakukan aksi yang disebut sebagai Ricklef di setiap pojok kota Surabaya. Pertempuran yang mengerikan itu kemudian dibalas dengan pertahanan dari rubuan penduduk kota. Dalam waktu tiga hari saja pasukan Inggris berhasil merebut kota dan pertempuran baru benar-benar redam setelah 3 minggu. Diperkirakan terdapat sekitar 6.000 rakyat Indonesia gugur serta ribuan penduduk meninggalkan kota akibat pertempuran tersebut, tandas Mingrum Gumay.

"Saya mengajak generasi muda di Provinsi Lampung agar memaknai peringatan hari Pahlawan, jadilah pemuda generasi bangsa untuk mengisi Kemerdekaan sesuai keahlian yang dimiliki, pemuda harus mampu membuktikan diri demi kemajuan," kata Mingrum Gumay.
(her)