POLITIK
Komisi II DPRD Lampung usai hearing.(nti/pin)
09/12/2019 20:20:28
554

Komisi II DPRD Lampung Gelar Hearing Soal Penambangan Pasir di GAK

Harianlampung.com - Polemik penambangan pasir yang menandai  isu nasional, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) Provinsi Lampung menggelar Hearing bersama Walhi Lampung dan Itra Bantala tekait penambangan pasir disekitar Gunung Anak Krakatau (GAK),Senin (09/12).

Direktur  Walhi Lampung Irfan Tri Musri mengungkapkan, bawasannya sejak pengajuan izin masyarakat pulau sebesi telah mengajukan keberatan karena sebelumnya tahun 2009 ada penambangan pasir besi berkedok mitigasi itu kekhawatiran masyatakat. Kemudian setelah izin keluar 2015 dan seiringnya waktu 2018 keluar perda zonasi yang mana lokasi disekitar perairan GAK adalah zona penangkapan ikan.

"Ternyata pada bulan Agustus 2019, PT LIP  melakukan aktifitas pertambangan, masyarakat Tejang Pulau Sebesi menolak tapi PT LIP ngotot melakukan penambangan karena sudah ada ijin 2015,"  kata Irfan

Lanjut Irfan,  izin tersebut cacat dan Pemerintah Provinsi Lampung melakukan pemanggilan PT LIP bahwa ada kesalahan dalam penerbitan izin. Tapi di tahun 2019 PT Lip mendatangi lokasi dengan kapal keruk, tongkang dam boat. Masyrakat Pulau Sebesi berharap pemerintah bisa mencabut izin produksi karena upaya penambangan telah merusak bentangan alam dan konflik terhadap nelayan.



"Dan kemudian ditakutkan dapat menimbulkan ambrasi pulau ditambah tsumami menambah ketakutan  warga di pulau tersebut, kami membawa surat permohonan pembatalan," tandasnya.

Sementara itu  Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi, mengatakan sebelumnya pihaknya telah melakukan hearing bersama Dinas ESDM, Dinas Kelautan Perikanan, Dinas Perizinan, dan Dinas Lingkungan Hidup. Dari pemanggilan tersebut diketahui bahwa izin penambangan pasir GAK akan berakhir pada Maret 2020.

"Hari ini kita sudah mendegar laporan dari Walhi Lampung dan Itra Bantala ini akan kami jadikan bahan untuk meluruskan nanti dan dalam waktu dekat (Minggu depan) kita akan menibjau langsung lokasi seperti apa prosesnya di lapangan dan ini sebagai bentuk dukungan kami terhadap masyrakat Pulau Sebesi dan sekitarnya," ujarnya.
(her)