VIDEO


2016-01-17 19:24:11

Film "Anak Ombak" Pesisir Barat Juara Favorit Nasional

Harianlampung.com - Film pendek berdurasi delapan menit berjudul Anak Ombak meraih juara favorit pertama dalam festival film pendek tingkat nasioal yang dihelat Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) beberapa waktu silam. Film dari Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung ini, menyisihkan 179 peserta.

Dalam festival itu, Pesisir Barat menampilkan film tentang potensi yang diunggulkan daerah itu, pariwisata surfing. "Film berjudul "Anak Ombak" yang diperankan anak-anak asli Pesisir Barat mendapatkan respon luar biasa dari kementerian maupun provinsi," kata Penjabat (Pj) Bupati Pesisir Barat, Qudrotul Ikhwan kepada harianlampung.com, Minggu (17/1).

Qudrotul, didampingi Sutradara dari Production House yang menangani film tersebut, Budi Meong, menceritakan dalam film itu ada tiga orang tokoh yang diperankan, yaitu Udo, Dongah, dan Wo.

Peran udo dimainkan oleh Rendi Pratama pelajar kelas IX di SMPN 1 Pesisir Selatan, Udongah dimainkan Ruri Asta pelajar kelas IX SMPN 1 Pesisir Selatan, dan peran Wo dimainkan oleh Marsheliana pelajar di SMAN 1 Pesisir Selatan, ungkapnya.

Alasan lebih memilih diperankan anak-anak, menurutnya, alur cerita dalam film tersebut akan lebih memiliki daya tarik sendiri.

Dalam film tersebut pihaknya sengaja mengambil spot tertentu yang ada di Pesisir Barat, mengingat dalam festival film itu hanya diberikan durasi paling lama 10 menit.

"Sehingga untuk film Anak Ombak hanya berdurasi delapan menit, dan alhamdulillah, mendapatkan hasil yang baik. Dan target kita tercapai untuk memberikan selingan adegan terkait damar yang juga ciri khas Pesisir Barat," lanjutnya.

Dalam penayangan film anak ombak tersebut menggunakan bahasa asli Pesisir Barat yang dalam penayangannya dilengkapi dengan subtitlenya.

Diharapkan setelah adanya film yang menampilkan keindahan dan keanekaragaman Pesisir Barat serta berceritakan potensi pariwisata andalan yang ada di Pesisir Barat kedepannya mampu lebih mendongkrak pariwisata khususnya surfing Pesisir Barat di mata dunia.
(eva/mfn)